Minggu, 13 Jan 2019 12:15 WIB

Kerap Buka Tab Browser Banyak di Komputer Bisa Bahayakan Otak

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Banyak tab browser bisa membuat jadi sulit fokus. (Foto: Gettyimages) Banyak tab browser bisa membuat jadi sulit fokus. (Foto: Gettyimages)
Jakarta - Banyak hal yang bisa menjadi alasan kita membuka banyak tab di browser komputer. Cenderung yang ada di pikiran orang-orang adalah jago multi-tasking, karena bisa memerhatikan beberapa hal sekaligus dalam waktu yang sama dan dapat menyelesaikan pekerjaan.

Sebenarnya, bukan multi-tasking yang sedang kita lakukan, dan malah bisa saja membahayakan otak kita. Kita bekerja ke satu pekerjaan dan pekerjaan lainnya. Walau kita terlihat berfokus pada satu tab saja, namun secara tidak sadar kita memikirkan hal-hal yang ada di tab lainnya.

"Membukan banyak tab berpotensi mengakibatkan kelebihan informasi. Saat kita diminta untuk multi-tasking, kegiatan yang bisa saja sulit untuk dilakukan otak manusia, dan ketimbang bikin efisien, kerap berpindah-pindah antara pekerjaan bisa membuat kita mengalami rentang perhatian pendek (short attention span) dan kekurangan memerhatikan pekerjaan yang berlangsung," terang Dr Daria Kuss, ketua Cyberpsychology di Nottingham Trent University, dikutip dari Metro.co.uk



Bisa jadi saat seseorang sedang berfokus pada satu tab, dan kemudian cepat-cepat berpindah ke tab yang memunculkan notifikasi, lalu tak sadar menemukan diri mereka sedang asyik fokus pada satu tab dan akhirnya membuka tab lain saat menemukan hal menarik.

Dr Kuss mencatat ada dua hal bertolak belakang yang menjadi alasan mengapa kita membuka banyak tab: untuk menjadi efisien dan mempersiapkan banyak topik atau sumber untuk pekerjaan yang sedang dilakoni, atau saat sedang bermalas-malasan, 'tambahan artikel online untuk dibaca, satu video lagi untuk ditonton'.

Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut tertinggal sesuatu juga bisa menjadi alasan terkuat. 'Orang-orang takut tertinggal informasi apapun sehingga membuka banyak tab," tandas Prof Mike Berry, psikolog di Birmingham City University.

(frp/up)