Minggu, 13 Jan 2019 17:02 WIB

Updated

Viral Cerita Bayi Usia 4 Bulan Meninggal Setelah Diberi Makan Nasi

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi bayi dalam perawatan (Foto: thinkstock) Ilustrasi bayi dalam perawatan (Foto: thinkstock)
Jakarta - Di media sosial Twitter viral cerita tentang bagaimana bayi usia empat bulan dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dengan kondisi lemah. Sang bayi disebut perutnya buncit, tangan-kaki dingin, dan kesulitan bernapas.

Belakangan, diketahui bayi tersebut diberi makan nasi. Karena sistem pencernaan yang belum sempurna nasi menumpuk membuat masalah kesehatan serius.

Cerita tersebut berakhir tragis, nyawa si bayi tidak tertolong. Di kolom komentar, banyak warganet mengungkapkan kesedihan dan juga kemarahannya.



Rupanya, kejadian bayi dipaksa mengonsumsi makanan yang tidak seharusnya ini bukan yang pertama kali terjadi. Di Riau contohnya pada tahun 2014 lalu masih ditemukan fenomena bayi diberi makan nasi seperti dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan dr Endit Romo Pratiknyo kala itu.

"Fenomena ini menjadi tradisi yang terus turun menurun ke kalangan masyarakat pedesaan," kata dr Endit.

Dalam wawancara dengan detikHealth, dr Laurentya Olga, MPhil, PhD research fellow, dari Department of Paediatrics, University of Cambridge, Addenbrooke's Hospital, mengatakan bahwa sistem pencernaan bayi baru siap menerima makanan selain ASI (Air Susu Ibu) setelah usia 6 bulan.

"Intinya sistem pencernaan bayi itu baru matur setelah usia 6 bulan," katanya.

(fds/up)