Selasa, 15 Jan 2019 09:51 WIB

Pasien Meminta Bantuan 'Detektif' Saat Dokter Tak Temukan Penyakitnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi dokter-pasien (Foto: iStock) Ilustrasi dokter-pasien (Foto: iStock)
Jakarta - Beberapa orang bisa terkena penyakit amat langka yang bahkan dokter pun tidak mampu memberikan diagnosis apapun terhadapnya. Terdapat pasien yang berkunjung ke dokter dengan gejala yang membingungkan sehingga bisa saja mendapatkan diagnosis kurang tepat dan akhirnya tidak menyembuhkan penyakit.

Pasien dengan penyakit misdiagnosis ini pun mungkin telah mengunjungi banyak dokter dan tidak mendapat hasil yang diharapkan. Ketika hal itu terjadi, pasien bisa meminta bantuan 'detektif' untuk mendapatkan kejelasan tentang penyakit yang diidapnya.

Para 'detektif' ini sebenarnya adalah kumpulan para peneliti dari Undiagnosis Disease Network. Sebuah proyek yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat yang saat ini telah terdapat di 12 pusat klinis.

Untuk memecahkan misteri penyakit pasien, para peneliti yang tergabung dalam jaringan ini mencari berbagai kemungkinan, dai genetika, biokimia, uji klinis dan serangkaian tes lainnya untuk menemukan apa yang salah dengan kondisi pasien.



"Pasien merasa sangat lega bahkan ketika hanya menemukan 'nama' dari penyakit yang diidapnya," kata Dr Euan Ashley, ahli genetika di Stanford University dan co-direktur dari Undianosis Disease Network, dikutip dari New York Times.

Mereka yang pulang tanpa diagnosis atau perawatan diberi tahu bahwa jika jawaban bagi mereka muncul, peneliti akan menghubungi mereka.

"Kami tidak pernah menyerah," kata Dr Ashley.

Terdapat 1.519 pasien yang direkomendasikan tapi hanya sebagian kecil yang mendapat perawatan tanpa biaya. Sampai saat ini, para detektif telah mengerjakan 382 pasien dan menemukan diagnosis untuk 132 dari mereka.

(kna/up)