Jumat, 18 Jan 2019 18:00 WIB

HIV di Blitar Meningkat, 143 pada Heteroseks dan 26 pada Kaum Gay

Erliana Riady - detikHealth
Kepala Dinkes Pemkot Blitar M Muklis (Foto: Erliana/detikHealth) Kepala Dinkes Pemkot Blitar M Muklis (Foto: Erliana/detikHealth)
Blitar - Dinas Kesehatan Pemkot Blitar mencatat peningkatan jumlah pengidap HIV (Human Imunodeficiency Virus). Jika tahun 2016 tercatat sebanyak 113 Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA), kini bertambah 29 orang menjadi 142 ODHA. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 174 ODHA.

"Dari angka itu heteroseksual mendominasi sebanyak 143. Kedua, kami temukan kasus pada Laki Suka Laki (LSL) atau gay itu sebanyak 26 orang. Lalu penularan ibu ke anak ada 3 kasus, terakhir pada pengguna alat suntik bergantian atau penasun sebanyak 2 orang," jelas Kepala Dinkes Pemkot Blitar M Muklis, ditemui detikHealth di kantornya Jalan Sudanco Supriyadi Kota Blitar, Kamis (17/1/2019).



Temuan kasus HIV pada kelompok gay juga mendapat perhatian khusus dari Muklis. Menurutnya, yang terdata diperkirakan hanya yang tampak di permukaan. Seperti fenomena gunung es, angka sesungguhnya mungkin lebih besar.

"Tupoksi kami bukan menangani masalah itu. Tapi ekses yang ditimbulkan itu yang jadi tugas kami. Jumlah itu seperti gunung es yang nampak permukaannya saja. Kami tidak tahu seberapa besar jumlah sampai ke dasarnya. Untuk itu, kami harapkan masyarakat ikut berpartisipasi mengeliminir penyebarannya," jelasnya.

Dari data yang dihimpun, dari 174 ODHA terdata laki-laki sebanyak 112 orang sedangkan wanita 53 orang. ODHA terbanyak berada di usia produktif antara umur 21- 35 tahun dengan rincian profesi pegawai swasta sebanyak 116 orang dan ibu rumah tangga sebanyak 28 orang.

Lalu bagaimana peran serta masyarakat yang bisa dilakukan ? Muklis menyatakan kesadaran hidup sehat lahir bathin merupakan kunci utama setiap individu.

"Ayolah jangan diperbanyak jumlahnya. Masalah ini tidak bisa ditangani Dinkes sendirian. Perlu kesadaran tiap individu masyarakat Kota Blitar. Jaga keimanan, pola hidup sehat lahir bathin. Dan laporkan, bila menemui ada orang di sekitar Anda yang berpotensi tertular. Jangan malah dijauhi," imbau Muklis.

Mereka yang berpotensi tertular adalah ibu hamil, pasien TB, pasien IMS (Infeksi Menular Seksual), waria atau transgender, pengguna napza dan warga binaan lapas.



HIV di Blitar Meningkat, 143 pada Heteroseks dan 26 pada Kaum Gay
(up/up)