Pijat, seperti yang dilakukan paslon Sandiaga-Prabowo, telah lama dikenal sebagai upaya relaksasi. Tekanan pada simpul otot tertentu, diyakini bisa melonggarkan tekanan hingga melancarkan peredaran darah. Praktik ini berkembang menjadi berbagai variasi.
Menurut dokter ahli bedah saraf dr Roslan Yusni Hasan SpBS, pijat tak bisa langsung diartikan adanya tekanan. Pijat dalam momen tersebut juga tak lantas menurunkan tensi dan ketegangan usai debat capres perdana tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan dr Ryu, pakar ekspresi dan gestur Handoko Gani mengatakan gestur pijat tak bisa diartikan sebagai upaya relaksasi. Kedua paslon sebetulnya punya beban yang sama untuk menampilkan yang terbaik.
"Gestur pijat cenderung pada ekspresi tak terencana yang bersifat spontan. Dalam debat sebetulnya pernyataan, suara, dan lingkungan sekitar sudah diatur sedemikian rupa. Namun tetap tersisa ruang untuk reaksi spontan dan nonverbal," ujar Handoko.











































