Minggu, 20 Jan 2019 12:00 WIB

ODHA Tak Perlu Cemas, Stok ARV Aman Hingga Akhir Tahun 2019

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Obat ARV untuk pengidap HIV-AIDS (Foto: Kireina/detikHealth) Obat ARV untuk pengidap HIV-AIDS (Foto: Kireina/detikHealth)
Jakarta - Belum lama ini, muncul kekhawatiran di kalangan ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) sebab terdapat kabar bahwa tender ARV (Anti Retro Virus) di beberapa perusahan farmasi gagal yang menyebabkan stok obat tersebut menjadi langka atau menipis.

Data dari Kementerian Kesehatan menyebut jumlah pengidap HIV-AIDS per Oktober 2018 sebanyak 305 ribu pasien, 107 ribu di antaranya sedang minum obat. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Engko Sosialine Magdalene, mengatakan ketersediaan ARV tetap dijaga oleh pemerintah sehingga ODHA tak putus obat.

"Pemerintah tetap berupaya untuk menjaga ketersediaan ARV sehingga keberlangsungan penggunaan ARV itu tidak terputus," tuturnya dalam rilis yang diterima detikHealth, Jumat (18/1/2019).



Pada Desember 2018, Kemenkes mendapatkan donasi hibah dari Global Fund sebanyak 222 ribu botol ARV jenis fixed dose combination yang setiap botolnya berisi 30 tablet.

"222 ribu botol ini sudah cukup memenuhi kebutuhan 5 sampai 6 bulan ke depan," ucapnya.

Kemudian untuk selanjutnya Kemenkes sudah menyiapkan stok Arv sebanyak 564 ribu botol hingga akhir 2019. Jadi setiap tahun pemerintah menyediakan dan mengalokasikan anggaran untuk membeli atau menyediakan ARV.

"Para penderita jangan panik, jangan khawatir karena ketersediaan obat ARV tetap dijaga oleh pemerintah," tegasnya.

(kna/up)
News Feed