Blue Monday, Faktor Psikologis Vs Gaji Mulai Menipis

Blue Monday, Faktor Psikologis Vs Gaji Mulai Menipis

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 21 Jan 2019 11:53 WIB
Blue Monday, Faktor Psikologis Vs Gaji Mulai Menipis
Bagi beberapa Blue Monday dikaitkan dengan menipisnya gaji. (Foto: iStock)
Jakarta - Faktanya, Senin selalu jadi hari paling bikin stres sepanjang pekan. Namun benarkah Senin ketiga bulan Januari adalah hari paling bikin stres sepanjang tahun?

Beberapa orang menyebut Senin ketiga bulan Januari, yang tahun ini jatuh pada 21 Januari, sebagai Blue Monday. Ada berbagai alasan yang mendasari sebutan ini, salah satunya teori yang diungkap seorang akademisi Dr Cliff Arnall.

Berdasarkan teorinya, Dr Arnall bahkan bisa merumuskan sebuah persamaan matematika. Ia memasukkan berbagai faktor seperti cuaca dan gaji bulanan ke dalam persamaan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Blue Monday, Faktor Psikologis Vs Gaji Mulai MenipisFoto: news.co.au


Cuaca di bulan Januari yang cenderung kurang bersahabat di berbagai belahan bumi sepertinya memiliki kontribusi. Dalam psikologi, dikenal istilah seasonal affective disorder (SAD) yakni perubahan mood pada cuaca tertentu. SAD juga menjelaskan kenapa saat hujan banyak orang jadi lebih murung, atau tiba-tiba teringat mantan.

Baca juga: Bunuh Diri, Adakah Hubungannya dengan Cuaca Mendung?

Tapi faktor gaji sepertinya cukup masuk akal untuk diperhitungkan. Seperti disampaikan oleh salah seorang pembaca lewat komentarnya, yang mengaitkan Blue Monday dengan fenomena tanggal tua.

"Yang jelas minggu ke-3 saat-saat duit gajian habis," tulis Kinoy Thea.

Nah kalau kamu bagaimana, setuju nggak bahwa level stres tertinggi sepanjang tahun ada di Senin ketiga bulan Januari?

(up/fds)

Berita Terkait