Dalam sebuah unggahan di Twitter, dokter anestesi di London dr Kate Flavin memajang perbandingan efek antibiotik antara tahun 2009 dengan tahun 2019. Dalam 10 tahun, kekhawatiran para ahli makin terbukti yakni antibiotik semakin tidak manjur akibat pemakaian yang tidak rasional.
"Ini genius dan luar biasa bikin depresi pada saat bersamaan," tulisnya dalam keterangan yang menyertai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam cawan petri yang diberi keterangan tahun 2009, kerapatan mikroba di area sekitar tablet antibiotik tampak berbeda. Sedangkan di tahun 2019, area tersebut makin sempit dan bahkan tidak terlalu tampak perbedaannya. Ini menunjukkan bahwa antibiotik tersebut makin tidak manjur lagi.
Tidak diketahui pasti jenis antibiotik maupun mikroba yang digunakan.
Penggunaan antibiotik secara tidak rasional dikhawatirkan bakal memicu resistensi mikroba, yakni ketika obat-obat antibiotik tidak lagi manjur membasmi mikroba penyebab penyakit. Dikatakan tidak rasional antara lain bila tidak sesuai pentunjuk dan tidak sesuai peruntukannya.
Salah satu bentuk penggunaan antibiotik yang tidak rasional adalah saat terserang flu. Karena dipicu oleh infeksi virus, flu sebenarnya tidak membutuhkan antibiotik. Flu termasuk self limitting disease, yang akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari dengan istirahat yang cukup.











































