4 Tanda Stres yang Bisa Terlihat dari Kulit (1)

4 Tanda Stres yang Bisa Terlihat dari Kulit (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Minggu, 27 Jan 2019 14:52 WIB
4 Tanda Stres yang Bisa Terlihat dari Kulit (1)
Ilustrasi kulit. Foto: iStock
Jakarta - Kulit merupakan organ terbesar di dalam tubuh kita. Apapun yang terjadi di bagian dalam tubuh bisa terlihat di kulit, salah satunya jika kamu mengalami stres namun tak menyadarinya.

Lonjakan hormon kortisol saat stres bisa mencampur adukkan pesan yang seharusnya dikirimkan, sehingga menyebabkan macam-macam. Mulai dari muncul gatal-gatal sampai keriput, hingga munculnya ruam-ruam mendadak.


Dirangkum dari Health Line, berikut tanda stres, baik mental, fisik, maupun hormonal merubah kulitmu:

Lemah terhadap sinar ultraviolet

Mengaplikasikan tabir surya bisa membantu. Foto: Thinkstock
Saat kamu stres, kulit akan menjadi lemah dan rentan terkena radiasi sinar ultraviolet dari matahari ataupun kasur tanning. Sinar ini mengandung karsinogen, yang akan berdampak negatif hingga menyebabkan kanker.

Menyerap ultravioleh dapat membuat sel-sel darah bergegas menuju ke area yang terpapar dengan tujuan untuk memperbaikinya dan akhirnya membuat kulit terbakar. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah menggunakan tabir surya atau minyak kelapa atau zaitun.

Selain itu, mengonsumsi buah-buahan kaya antioksidan dan vitamin C seperti stroberi dan delima meningkatkan kemampuan kulitmu melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas akibat paparan sinar matahari.

Inflamasi kulit dan mudah iritasi

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Gatal-gatal (hives), psoriasis, eczema, dermatitis dan rosacea merupakan masalah kulit yang sering disebabkan oleh inflamasi. Akan tetapi beberapa studi menyebabkan masalah-masalah tersebut juga bisa disebabkan karena otak bertindak berlebihan sehingga merecoki kemampuan protektif kulit.

Dengan kata lain, stres membuat kulit semakin susah untuk meregulasi dan tetap seimbang. Tak heran jika muncul beruntusan yang berlebih saat kamu kurang tidur atau sedang dilanda masalah berat. Inflamasi juga bisa menyebabkan jerawat.

Untuk menanganinya, pertama-tama coba usir rasa stres dengan meditasi atau yoga. Lalu ikuti dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti menghindari makanan olahan atau pemanis buatan, ganti dengan buah-buahan. Kamu juga bisa mengganti menggunakan minyak zaitun ketimbang margarin dan ikan ketimbang daging merah.

Jerawatan dan berminyak

Foto: iStock
Soal jerawat sudah banyak yang mengenali bahwa kondisi kulit satu ini bisa jadi tanda sedang stres. Terutama pada wanita, dan stres bisa mencampur adukkan sinyal saraf kulit sehingga menyebabkan hormon dan kimia yang tidak seimbang lalu menyebabkan peningkatan produksi minyak di kulit.

Cobalah berolahraga untuk mengusir stres, setidaknya 5 sampai 10 menit tiap harinya sebagai teknik manajemen stres dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk beradaptasi.

Jika kamu menggunakan produk perawatan kulit, pastikan mengandung beta-hydroxy-acid yang disebut salicylic acid. Perhatikan jangan sampai digunakan berlebihan karena bisa mengiritasi kulit.

Bersisik, rambut rontok dan kuku mudah patah

Foto: Thinkstock
Walau tidak seluruhnya di kulit, namun hormon stres bisa memicu respon tubuh untuk melawannya atau 'kabur' dari hal tersebut. Misalnya menarik-narik rambut atau menggigit kuku. Selain itu munculnya kulit kering dan seakan bersisik juga bisa menjadi salah satu tanda.

Akan tetapi tak semua kulit bersisik bisa jadi tanda stres, namun juga bisa karena penyakit kulit eczema. Atau soal rambut rontok dan kuku mudah patah, bisa jadi kamu kekurangan nutrisi karena terlambat makan.

Hindari mandi dengan air yang terlalu panas. Tetaplah berolahraga secara rutin dan terapkan diet seimbang penuh sayur dan buah-buahan.

Halaman 2 dari 5
Saat kamu stres, kulit akan menjadi lemah dan rentan terkena radiasi sinar ultraviolet dari matahari ataupun kasur tanning. Sinar ini mengandung karsinogen, yang akan berdampak negatif hingga menyebabkan kanker.

Menyerap ultravioleh dapat membuat sel-sel darah bergegas menuju ke area yang terpapar dengan tujuan untuk memperbaikinya dan akhirnya membuat kulit terbakar. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah menggunakan tabir surya atau minyak kelapa atau zaitun.

Selain itu, mengonsumsi buah-buahan kaya antioksidan dan vitamin C seperti stroberi dan delima meningkatkan kemampuan kulitmu melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas akibat paparan sinar matahari.

Gatal-gatal (hives), psoriasis, eczema, dermatitis dan rosacea merupakan masalah kulit yang sering disebabkan oleh inflamasi. Akan tetapi beberapa studi menyebabkan masalah-masalah tersebut juga bisa disebabkan karena otak bertindak berlebihan sehingga merecoki kemampuan protektif kulit.

Dengan kata lain, stres membuat kulit semakin susah untuk meregulasi dan tetap seimbang. Tak heran jika muncul beruntusan yang berlebih saat kamu kurang tidur atau sedang dilanda masalah berat. Inflamasi juga bisa menyebabkan jerawat.

Untuk menanganinya, pertama-tama coba usir rasa stres dengan meditasi atau yoga. Lalu ikuti dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti menghindari makanan olahan atau pemanis buatan, ganti dengan buah-buahan. Kamu juga bisa mengganti menggunakan minyak zaitun ketimbang margarin dan ikan ketimbang daging merah.

Soal jerawat sudah banyak yang mengenali bahwa kondisi kulit satu ini bisa jadi tanda sedang stres. Terutama pada wanita, dan stres bisa mencampur adukkan sinyal saraf kulit sehingga menyebabkan hormon dan kimia yang tidak seimbang lalu menyebabkan peningkatan produksi minyak di kulit.

Cobalah berolahraga untuk mengusir stres, setidaknya 5 sampai 10 menit tiap harinya sebagai teknik manajemen stres dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk beradaptasi.

Jika kamu menggunakan produk perawatan kulit, pastikan mengandung beta-hydroxy-acid yang disebut salicylic acid. Perhatikan jangan sampai digunakan berlebihan karena bisa mengiritasi kulit.

Walau tidak seluruhnya di kulit, namun hormon stres bisa memicu respon tubuh untuk melawannya atau 'kabur' dari hal tersebut. Misalnya menarik-narik rambut atau menggigit kuku. Selain itu munculnya kulit kering dan seakan bersisik juga bisa menjadi salah satu tanda.

Akan tetapi tak semua kulit bersisik bisa jadi tanda stres, namun juga bisa karena penyakit kulit eczema. Atau soal rambut rontok dan kuku mudah patah, bisa jadi kamu kekurangan nutrisi karena terlambat makan.

Hindari mandi dengan air yang terlalu panas. Tetaplah berolahraga secara rutin dan terapkan diet seimbang penuh sayur dan buah-buahan.

(frp/ask)

Berita Terkait