Rabu, 30 Jan 2019 14:05 WIB

Cerita Peternak Cupang Jadi 'Jumantik' Dadakan di Musim Hujan

Firdaus Anwar - detikHealth
Satria dengan saringan yang biasa ia pakai untuk mencari jentik nyamuk. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth) Satria dengan saringan yang biasa ia pakai untuk mencari jentik nyamuk. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)
Jakarta - Satria (32) adalah seorang pria yang sudah dua tahun membudidayakan ikan cupang. Di peternakannya di daerah Tanjung Barat, Jakarta Selatan, ada ratusan ekor cupang yang setiap hari harus diberi makan kutu air, ulat sutra, atau jentik nyamuk.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sudah menjadi rutinitas bagi Satria berkeliling mencari jentik nyamuk. Dengan dua 'senjata' saringan dan satu wadah ember Satria mencari jentik di got-got lingkungan sekitar.

"Setiap hari bisa ada 1.000 ekor jentik yang gagal jadi nyamuk. Saya kasih makan ke ikan-ikan ini," kata Satria saat ditemui detikHealth dan ditulis pada Rabu (30/1/2019).



Satria sengaja memilih jentik yang masih dalam fase larva, bukan pupa. Ia melakukannya menggunakan dua saringan khusus dengan ukuran lubang berbeda. Satu saringan berpori halus dan satu saringan lagi berpori agak besar.

Setelah dipisahkan jentik yang sudah menjadi pupa kemudian dimusnahkan dengan dibuang ke tengah jalan kering. Sisanya bila ada jentik yang tidak termakan oleh ikan juga dimusnahkan dengan cara yang sama.

"Ya soalnya kalau yang pupa didiemin satu hari aja nanti bisa jadi nyamuk," kata Satria sambil menunjukkan satu ember berisi penuh jentik nyamuk.

Ember ini berisi jentik nyamuk yang berhasil dikumpulkan Satria dalam sehari.Ember ini berisi jentik nyamuk yang berhasil dikumpulkan Satria dalam sehari. Foto: Firdaus Anwar/detikHealth


Apa yang dilakukan Satria memusnahkan nyamuk bisa dibilang mirip seperti yang dilakukan juru pemantau jentik (jumantik). Namun Satria mengaku tidak sadar bahkan baru mengetahui istilah jumantik.

"Apa tuh jumantik? Saya setiap hari muter cari-cari aja," ujarnya.

(fds/up)