Kamis, 31 Jan 2019 07:34 WIB

Soal Nikah Murah, Psikolog: Jangan Ikut Tren, Tentukan Prioritas

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Biaya nikah Rp 600 ribu, realistis atau tidak tergantung masing-masing pribadi. Foto: Repro Instagram @makrumpita Biaya nikah Rp 600 ribu, realistis atau tidak tergantung masing-masing pribadi. Foto: Repro Instagram @makrumpita
Jakarta - Walau sedang menjadi tren, nikah berbiaya murah merupakan pilihan masing-masing pasangan calon pengantin. Akan tetapi psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd mengingatkan lebih baik dilakukan karena sudah memahami prioritas, bukan hanya sekadar mengikuti tren saja.

"Alasannya apa? Kalau memang mereka sudah pintar memilih prioritas ya itu malah modal bagus untuk berumah tangga. Jadi kan dia tahu tuh mana yang harus jadi prioritas kan? Tapi kalau kamu sekedar ikut tren ya itu yang nggak bagus," katanya saat berbincang dengan detikHealth melalui sambungan telepon, Rabu (30/1/2019).

Menurut psikolog dari Discovery Zone Therapy Centre ini, yang berbahaya jika seseorang memaksakan nikah murah dengan modal yang pas-pasan. Ia menegaskan, yang dilihat dari sebuah pernikahan bukanlah soal biaya ataupun pestanya, namun justru apakah penghasilan kedua calon pengantin akan cukup untuk modal berkeluarga nantinya.


"Kalau memang seadanya beneran karena gajinya nggak cukup, terus nanti makan sehari-hari bingung, kalau punya anak ntar lebih bingung lagi. Kan punya anak juga nggak murah [biayanya] ya. Kalau misalnya uang kita cukup, mau nikah murah kek, mahal kek, itu nggak masalah. Tinggal balik lagi nih, prioritas kita apa?" tutur Rosdiana.

Rosdiana mencontohkan masyarakat Indonesia yang memang lebih banyak langsung mendambakan keturunan segera setelah menikah. Apakah penghasilan calon pengantin cukup untuk menghidup kebutuhan harian dan juga persiapan memiliki keturunan? Jika masih terhitung tidak cukup, ia menyarankan untuk lebih baik tidak terburu-buru menikah dulu.

Ia juga menyarankan untuk mencoba 'hitung mundur'. Diskusikan dengan pasangan perkiraan kebutuhan sehari-hari dan apa saja yang dibutuhkan saat sudah menikah (misalnya barang-barang atau properti rumah), dan juga kebutuhan saat nanti sudah memiliki anak, setelah itu memperhitungkan sisanya untuk mengadakan pesta pernikahan bila menghendaki.




Saksikan juga video 'Inikah Saat yang Tepat untuk Menikah?':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)