Jumat, 01 Feb 2019 12:28 WIB

Stres Bisa Picu Obesitas, Seperti Sunarti yang Jarang Bertemu Suami

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sunarti yang merasa kesepian karena suami jarang pulang mengalami obesitas. Foto: Luthfiana Awaluddin Sunarti yang merasa kesepian karena suami jarang pulang mengalami obesitas. Foto: Luthfiana Awaluddin
Jakarta - Akhir-akhir ini kisah Sunarti (39) cukup menyita perhatian warganet karena mengalami obesitas. Ia mengaku banyak makan karena sang suami yang bekerja di Jakarta jarang pulang. Kesepian ditambah belum memiliki momongan membuatnya makan berlebih hingga 7 kali dalam sehari.

Ternyata kesepian atau stres berkaitan erat dengan meningkatnya obesitas. Ini dibuktikan melalui suatu penelitian ilmiah karena adanya reaksi biokimia dalam tubuh. Ada beberapa hormon yang berperan dalam reaksi tersebut, yaitu serotonin, kortisol, dan neuropeptide Y.

Dikutip dari Everyday Health, hormon serotonin adalah hormon yang berperan menghindarkan seseorang dari stres. Dengan hormon ini, seseorang yang mengalami stres akan mengalihkan perhatiannya pada makanan, terutama yang mengandung karbohidrat dan gula.

"Tidak mengherankan, orang-orang yang stres tidak cenderung membuat pilihan makanan yang sehat. Sangat sering karbohidrat yang orang makan penuh dengan lemak, seperti muffin, kue, donat," kata Bonnie Taub-Dix, RD, seorang ahli penurunan berat badan dan juru bicara American Dietetic Association di New York.



Kemudian hormon kortisol, hormon yang dilepaskan tubuh saat merasa stres. Hormon penting ini berperan dalam mengelola penyimpanan lemak dan penggunaan energi dalam tubuh manusia. Kortisol diketahui juga bisa meningkatkan nafsu makan dan dapat mendorong keinginan akan makanan manis atau berlemak.

Sementara itu, neuropeptide Y adalah hormon yang dilepaskan dari sel-sel saraf selama stres dan berperan mendorong penumpukan lemak. Hasilnya, pola makan meningkat dengan asupan lemak dan gula karena lepasnya hormon ini.

"Sangat sering ketika orang stres mereka mungkin makan dengan tidak tepat. Bukan hanya menambah berat badan, stresnya pun juga akan meningkat," tadas Taub-Dix.





Simak juga video 'Menghilangkan Stres dengan Seni Rock Balancing':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed