Jumat, 01 Feb 2019 15:21 WIB

Hati-hati Mblo, Sering Kesepian Tingkatkan Risiko Mati Muda

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi kesepian. Foto: Istock Ilustrasi kesepian. Foto: Istock
Jakarta - Berkaca dari kisah Sunarti (39) yang merasa kesepian karena suami jarang pulang berakibat pada kenaikan berat badannya yang drastis. Semula berat badan wanita asal Karawang ini hanya 60 kilogram, kini menjadi 148 kilogram.

Ternyata kesepian bukan hanya meningkatkan nafsu makan seseorang, kesepian juga bisa berakibat fatal bagi jiwa. Sebuah survei yang dilakukan perusahaan asuransi kesehatan di Amerika Serikat menemukan hampir setengah orang Amerika merasa kesepian, terisolasi, atau ditinggalkan beberapa kali.

Kepala bagian medis, Douglas Nemecek, MD mengatakan bahwa temuan survei ini menunjukkan bahwa kesepian bisa menimbulkan risiko yang sama ditimbulkan oleh rokok.

"Kesepian memiliki dampak yang sama pada kematian dengan merokok 15 batang sehari, menjadikannya lebih berbahaya daripada obesitas," tulis di rilis seperti dikutip dari WebMD.



Dengan dampak yang cukup mengerikan, spesialis kesehatan masyarakat terkemuka di AS, Vivek H. Murthy, MD mengatakan bahwa kesepian harus dimasukkan dalam kampanye kesehatan masyarakat, seperti kampanye memerangi rokok, meningkatkan imunisasi, mencegah obesitas, dan mencegah penyebaran virus HIV-AID.

"Kesepian adalah epidemi kesehatan yang berkembang. Kita hidup di zaman yang paling terhubung secara teknologi dalam sejarah peradaban, namun tingkat kesepian meningkat dua kali lipat sejak 1980-an," tutur Murthy.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang kesepian dan terisolasi lebih mungkin mengidap penyakit jantung dan stroke, mendapatkan masalah sistem kekebalan tubuh, dan bahkan mungkin lebih sulit pulih dari kanker. Dan jelas bahwa kesepian terkait erat dengan depresi dan dapat menyebabkan kematian dini.



(wdw/up)