Ternyata kesepian bukan hanya meningkatkan nafsu makan seseorang, kesepian juga bisa berakibat fatal bagi jiwa. Sebuah survei yang dilakukan perusahaan asuransi kesehatan di Amerika Serikat menemukan hampir setengah orang Amerika merasa kesepian, terisolasi, atau ditinggalkan beberapa kali.
Kepala bagian medis, Douglas Nemecek, MD mengatakan bahwa temuan survei ini menunjukkan bahwa kesepian bisa menimbulkan risiko yang sama ditimbulkan oleh rokok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan dampak yang cukup mengerikan, spesialis kesehatan masyarakat terkemuka di AS, Vivek H. Murthy, MD mengatakan bahwa kesepian harus dimasukkan dalam kampanye kesehatan masyarakat, seperti kampanye memerangi rokok, meningkatkan imunisasi, mencegah obesitas, dan mencegah penyebaran virus HIV-AID.
"Kesepian adalah epidemi kesehatan yang berkembang. Kita hidup di zaman yang paling terhubung secara teknologi dalam sejarah peradaban, namun tingkat kesepian meningkat dua kali lipat sejak 1980-an," tutur Murthy.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang kesepian dan terisolasi lebih mungkin mengidap penyakit jantung dan stroke, mendapatkan masalah sistem kekebalan tubuh, dan bahkan mungkin lebih sulit pulih dari kanker. Dan jelas bahwa kesepian terkait erat dengan depresi dan dapat menyebabkan kematian dini.
(wdw/up)











































