Jumat, 08 Feb 2019 15:20 WIB

Tewas Overdosis Kafein, Mungkinkah? Ini Takaran Wajar Minum Kopi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kandungan kafein dalam kopi yang masih menimbulkan kontroversi. Foto: Istock Kandungan kafein dalam kopi yang masih menimbulkan kontroversi. Foto: Istock
Jakarta - Seorang pria dikabarkan tewas setelah berhubungan intim dengan pasangannya. Disebut-sebut, ia mengonsumsi kopi dan durian sebelum melakukan aktivitas tersebut. Bagi jantung, efek kafein dipercaya bisa memicu denyut berlebih bagi yang sensitif.

Kopi kerap dianggap sebagai salah satu penyebab utama terjadinya serangan jantung. Faktanya, kandungan kafein dalam kopi tidak langsung mengganggu kerja jantung dalam memompa darah.

"Konsumsi kopi kalau masih 3-4 cangkir per hari mungkin tidak ada masalah. Namun yang penting perhatikan kondisi tubuh setelah minum kopi. Kalau berdebar-debar sebaiknya kurangi dosis atau jauhi kopi," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Prof Budhi Setianto Purwowiyoto pada detikHealth, Jumat (08/02/2019).


Budhi menjelaskan dalam 1 cangkir kopi terkandung sekitar 100 miligram kafein. Dengan 3-4 cangkir per hari total konsumsi per hari mencapai 300-400 miligram atau kurang dari 500 miligram kafein tiap hari. Konsumsi kopi kurang dari 500 miligram per hari secara umum tidak berdampak buruk pada kesehatan.

Namun hal sebaliknya bisa terjadi pada orang yang lebih peka terhadap peningkatan dosis kopi. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ini, sensitivitas bisa ditengarai dari jantung yang deg-degan usai minum kopi. Bila jantung terasa berdebar sebaiknya segera berhenti minum kopi, meski hanya 1 cangkir.

Selain jumlah, Budhi juga menyarankan konsumsi kopi tanpa campuran gula atau creamer. Hal ini untuk menekan risiko terjadinya peningkatan berat badan, kadar gula hingga diabetes sehingga tubuh tetap sehat.

(up/up)
News Feed