Jumat, 08 Feb 2019 18:07 WIB

Pasangan Suka Main Kasar, Haruskah Dipertahankan?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dear kamu yang bertahan dalam hubungan yang toxic, ada pesan-pesan dari para psikolog untuk membuat kamu lebih bersemangat dan mencintai dirimu sendiri. Foto: thinkstock Dear kamu yang bertahan dalam hubungan yang toxic, ada pesan-pesan dari para psikolog untuk membuat kamu lebih bersemangat dan mencintai dirimu sendiri. Foto: thinkstock
Jakarta - Dear kamu, yang selalu bertahan untuk bersama pasanganmu karena kamu mencintainya. Terlepas dari perbuatan kasar yang ia lakukan, caci maki yang ia lontarkan, namun kamu tetap bertahan untuk mencintainya. Apakah kamu salah?

Coba renungkan. Cinta adalah saling menghargai. Apalah artinya jika kamu terus dihantui rasa takut dan kecemasan untuk berdiri sendiri.

Kamu perlu menyadari bahwa hubungan tersebut tidak sehat dan membuat diri diperlakukan secara negatif. Apa yang sudah dilakukannya? Apakah kamu selalu dimarahi, memperoleh perlakuan yang kasar, diperlakukan semena-mena? Sadarkah kamu kalau ini hanya membuatmu tidak percaya diri, tertekan, takut dan tidak bahagia dalam hubungan. Tidak, Sayang, kamu tidak layak diperlakukan seperti itu.

"Berada di dalam hubungan yang toxic berarti hubungan tersebut adalah hubungan yang tidak sehat dan memberikan dampak negatif pada orang tersebut. Untuk bisa lepas dari hubungan toxic maka pertama, harus dimulai dari diri sendiri," tulis Talissa Carmelia, MPsi, Psikolog dan Linda Setiawati, MPsi, Psikolog dari Personal Growth kepada detikHealth.


Teguhkan niatmu bahwa kamu pantas diperlakukan dengan baik. Ketika pasangan berusaha membujuk untuk tetap bertahan dan bersamanya, kamu harus bisa menolak setiap bujukan tersebut. Kamu perlu memberikan jarak dengan pasangan, misalnya menghapus kontak pasangan, (tidak membalas sms/wa/telpon dari pasangan, tidak mengikuti sosial media).

Jangan menyalahkan diri sendiri karena memiliki hubungan toxic dengan pasangan. Maafkan diri dan fokus ke masa depan yang lebih cerah.

"Anda perlu memberitahu mengenai berakhirnya hubungan toxic Anda kepada orang yang bisa Anda percayai misalnya keluarga dan teman sehingga mereka bisa membantu melindungi dan mendukung Anda dalam menghadapi perpisahan ini," tambahnya.

Ingatlah, ini adalah awal yang baru. Kamu berhak untuk mendapatkan cinta kasih dan pengembangan diri ke arah yang jauh lebih baik. Isi dengan kegiatan baru yang belum pernah dilakukan ketika masih berhubungan yang sesuai dengan hobimu.

Inilah awal hidupmu, semangat dan kejarlah masa depanmu.

(ask/up)
News Feed