Jumat, 08 Feb 2019 21:40 WIB

Polisi Penembak Adik Ipar Mengidap Skizofrenia Paranoid, Artinya Apa?

Ayunda Septiani - detikHealth
Walau dinyatakan bersalah, pengidap gangguan jiwa tidak bisa dimintai pertanggungjawaban (Foto: detik) Walau dinyatakan bersalah, pengidap gangguan jiwa tidak bisa dimintai pertanggungjawaban (Foto: detik)
Jakarta - Kompol Fahrizal, pelaku penembakan terhadap adik iparnya sendiri telah divonis bersalah. Tetapi karena terbukti mengidap skizofrenia paranoid, ia tidak bisa dimintai pertanggungjawaban.

Pengadilan Negeri Medan memerintahkan ia untuk dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Menurut dr Sylvia Detri Elvira, SpKJ (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, skizofrenia paranoid merupakan penyakit mental yang menyebabkan proses berpikir seseorang tidak stabil. Pengidapnya tak bisa membedakan khayalan dengan kenyataan.

Pada kondisi ini, seseorang tidak punya kemampuan untuk berpikir jernih. Dan karenanya, tidak bisa memahami masalah dengan baik.



"Misalkan nih saya kasih contoh. Ibu si A meninggal, dan pasti kalau orang yang tidak mengidap penyakit tersebut akan merasa sedih, dan memikirkan bagaimana ibunya di sana bagaimana. Kalau skizofrenia ini tuh dia akan merasa biasa aja, memakai baju yang biasa dan tidak memiliki perasaan yang dirasakan," jelas dr Sylvia saat dihubungi detikHealth, Jumat (8/2/2019).

Tak cuma itu, pengidap skizofrenia paranoid juga menunjukkan perilaku yang kacau dan tidak terkendali. Sewaktu-waktu bisa melakukan perbuatan yang tidak pantas, sulit mengendalikan emosi dan hasrat, serta tak bisa menahan keinginan.

(up/up)
News Feed