Sabtu, 09 Feb 2019 15:05 WIB

Ketika Parlemen Tanzania Ingin Semua Anggota Prianya Disunat

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi gunting sunat. Foto: thinkstock Ilustrasi gunting sunat. Foto: thinkstock
Jakarta - Anggota parlemen wanita Tanzania, Jackline Ngonyani, ingin agar dilakukan pengecekan penis pada semua kolega prianya. Tujuannya untuk melihat apakah ada yang belum sunat dan hal ini membelah opini anggota parlemen.

Di Tanzania Human Immunodeficiency Virus (HIV) jadi penyakit yang mengancam dengan lima persen populasi orang dewasa di sana diperkirakan terinfeksi. Terkait hal itu Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kalau sunat dapat menurunkan risiko pria terinfeksi HIV hingga 60 persen.


Dikutip dari BBC, Sabtu (9/2/2018), Jackline ingin agar anggota parlemen memberi contoh dengan menjalani sunat bagi yang belum demi menekan kasus HIV.

Negara tetangga Tanzania, Kenya, pernah melakukan langkah serupa. Pada tahun 2008 beberapa politikus ternama sengaja menjalani sunat untuk mendorong para pria melakukan hal yang sama.

Mengapa sunat bisa mengurangi risiko penularan HIV? Peneliti dari George Washington University pernah melakukan eksperimen dan berkesimpulan kalau bakteri yang berkumpul di kulit penis tidak disunat dapat menarik sel darah putih.

Akibatnya HIV jadi mudah menumpang sel imun untuk kemudian masuk ke aliran darah.

"Bakteri tertentu mungkin saja menyebabkan respons inflamasi yang dapat menarik sel imun menumpuk di penis. Di sana sel imun itu akan terpapar oleh virus," kata salah satu peneliti Cindy Liu seperti dikutip dari Science News.

(fds/up)