Selasa, 12 Feb 2019 09:02 WIB

Jam Kerja Ojol Akan Dibatasi, Ini Tanda-tanda Driver Mengantuk

Ayunda Septiani - detikHealth
Ojek online. Foto: Rifkianto Nugroho Ojek online. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Kementerian Perhubungan dikabarkan tengah menyiapkan regulasi yang mengatur jam kerja ojol alias ojek online. Salah satunya bertujuan untuk mencegah mereka mengemudi dalam kondisi mengantuk.

Mengemudi terus-terusan tanpa istirahat yang cukup memang bisa memicu kecelakaan karena mengantuk. Praktisi kesehatan tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT dengan tegas menyarankan untuk turun saja bila dapat driver yang sedang mengantuk.

"Tanda-tandanya, seperti menguap, dan saat berkendara dia oleng. Atau nggak, dia bisa skip, tiba-tiba dia kaget 'eh kok udah sampe sini ya', Nah itu tandanya sebagian otak sudah tertidur, itu sudah tandanya bahaya sekali," jelas dr Ade, demikian sapaan akrabnya.


Tidur yang berkualitas, menurut dr Ade bisa mengembalikan kebugaran otak. Informasi-informasi disusun ulang sehingga saat bangun otak akan bisa bekerja dengan optimal kembali.

Tapi seringkali karena harus kejar target tertentu, seseorang melupakan kebutuhan tidur tersebut. Termasuk dalam hal ini para driver ojek online yang kabarnya jam kerjanya akan diatur. Saat mengemudi di jalan raya, mengantuk bisa berakibat sangat fatal.

"Kalo udah gitu, saya suruh minggir, turun dan bayar aja deh," tegas dr Ade.





Simak juga video 'Begini Jadinya Kalau Ojol Berlagak jadi Pramugari':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed