Selasa, 12 Feb 2019 11:46 WIB

Driver Ojol Kamu Mengantuk? Waspadai Microsleep, Akibatnya Bisa Fatal

Ayunda Septiani - detikHealth
Kelelahan sering menjadi faktor risiko microsleep (Foto: Agung Pambudhy) Kelelahan sering menjadi faktor risiko microsleep (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Salah satu alasan di balik rencana pengaturan jam kerja ojek online oleh pemerintah adalah memberi waktu cukup untuk istirahat. Memaksakan diri berkendara dalam kondisi kelelahan bisa membahayakan keselamatan.

Praktisi kesehatan tidur dr Andreas Prasadja, RSPGT mengatakan salah satu efek kurang tidur adalah microsleep. Walau berlangsung sangat singkat hingga nyaris tidak disadari, microsleep bisa memicu kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

"Microsleep adalah di mana keadaan seseorang dalam keadaan terkantuk-kantuk. Contohnya nih saat berkendara, dia beberapa kali tidur terus kebangun, Nah ini sudah bahaya sekali, di sini sebagian otaknya sudah tertidur, sangat bahaya bagi keselamatan di jalan," jelas dr Ade, demikian sapaan akrabnya.



Microsleep, menurut dr Ade, terjadi karena otak memasuki kondisi istirahat saat tubuh masih terjaga. Ini biasanya terjadi saat seseorang dalam kondisi kelelahan, sehingga sebagian otaknya shutdown ketika mata dan tubuhnya tampak masih terjaga.

Tanda-tanda lain yang bisa dikenali adalah sering menguap. Kadang-kadang kehilangan fokus, seperti tidak menyadari rute perjalanan.

"Bisa skip, tiba-tiba dia kaget 'eh kok udah sampe sini ya', Nah itu tandanya sebagian otak sudah tertidur, itu sudah tandanya bahaya sekali," kata dr Ade.




Tonton juga video 'Begini Jadinya Kalau Ojol Berlagak jadi Pramugari':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)