Rabu, 13 Feb 2019 14:47 WIB

AirAsia Sampai Larang Bawa Daging Babi, Apa Itu Wabah Flu Babi Afrika?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi babi (Foto: Uyung Pramudiarja) Ilustrasi babi (Foto: Uyung Pramudiarja)
Jakarta - Sebuah broadcast foto surat edaran atas nama maskapai AirAsia yang melarang penumpang membawa daging babi ke Malaysia sedang ramai dibahas. Pihak AirAsia membenarkan broadcast tersebut terkait dengan wabah Flu Babi Afrika.

"Kami ingin menginformasikan bahwa pemerintah Malaysia telah menetapkan larangan sementara membawa masuk daging babi dan produk yang mengandung daging babi ke Malaysia menyusul adanya wabah virus Flu Babi Afrika," ujar Juru Bicara AirAsia kepada detikTravel, Rabu (13/2/2019).

Apakah penyakit Flu Babi Afrika tersebut? Menurut The Guardian, penyakit ini tidak sama dengan flu babi H1N1, namun merupakan penyakit virus yang menyerang babi dan sangat menular. Gejala umumnya saat sudah parah adalah demam tinggi dan hilangnya nafsu makan, diikuti dengan muntah, diare dan sulit bernapas serta berdiri pada babi.



Hingga kini belum ada pengobatan bagi penyakit tersebut. Flu Babi Afrika atau african swine fever (ASF) dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, kebanyakan ditemukan pada babi hutan. ASF juga bisa ditularkan melalui serangga, misalnya kutu.

"Virus ini bisa bertahan selama beberapa bulan pada daging olahan, dan beberapa tahun pada bangkai beku. Maka dari itu produk daging menjadi perhatian khusus untuk pencegahan penularan dan penyebaran ASF," tulis situs tersebut.

Selama beberapa tahun, virus ini lebih banyak ditemukan di Afrika, walau sempat mengalami outbreak di Eropa pada tahun 50-an dan membutuhkan beberapa dekade untuk dibasmi. Pada 2007, virus ini terdeteksi di Georgia dan Belgia, serta disebutkan baru-baru ini muncul di China.



Laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Sedunia (OIE) menyatakan dalam periode 18-31 Januari 2019 total outbreak sebanyak 1.210 dan 251 oubreak baru dilaporkan. Ke depannya, sangat dikhawatirkan industri daging babi akan hancur akibat wabah virus ini.

Kabar baiknya, manusia tidak dapat tertular virus ini. Namun kepala layanan epidemiologi Rusia, dr Gennady Onishchenko telah memperingatkan bahwa fisiologi babi cukup mirip dengan manusia, dan dikhawatirkan bisa terjadi mutasi virus nantinya sehingga membahayakan manusia.

Sudah sejak 8 Februari lalu pihak AirAsia memasang pengumuman resmi perihal Larangan Membawa Produk Babi dan Berbahan Babi ke Malaysia di situs resmi mereka. Disebutkan traveler yang membawa daging atau produk babi ke Malaysia diminta untuk membuangnya ke tempat karantina dan akan didenda atau penjara jika tidak melakukannya.




Simak juga video 'Viral Video Barang Penumpang Dilempar, Bos AirAsia Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]


AirAsia Sampai Larang Bawa Daging Babi, Apa Itu Wabah Flu Babi Afrika?
(frp/up)
News Feed