Jumat, 15 Feb 2019 16:58 WIB

Berbagai Info Kesehatan yang Semula Dianggap Mitos Tapi Terbukti Fakta

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Beberapa mitos yang sudah turun temurun ini ternyata benar adanya. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Beberapa mitos yang sudah turun temurun ini ternyata benar adanya. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Nggak jarang mitos-mitos mengenai kesehatan beredar di masyarakat. Mulai dari makan malam bikin gendut sama main ponsel kelamaan sebabkan kebutaan.

Kadang, banyak yang meragukan kebenarannya karena sumber atau penelitian mengenai hal tersebut belum lengkap atau tidak pernah ditemukan sebelumnya. Tapi jangan salah, terdapat beberapa mitos yang ternyata benar lho!

Berikut di antaranya dikutip detikHealth dari berbagai sumber.



1. Makanan pedas membantu turunkan berat badan

Memang sih, satu atau dua buah cabai tidak bisa langsung menurunkan berat badan. Namun, sebuah penelitian menunjukkan kandungan capsaicin dapat membantu menurunkan berat badan dengan mendorong termogenesis, produksi panas dalam tubuh, yang dapat mendorong pembakaran lemak.

Makanan pedas juga dapat mengurangi nafsu makan, membantu merasa kenyang, dan mengurangi keinginan akan makanan berlemak, manis, dan asin, serta membuat tubuh cenderung makan sedikit.

2. Berolahraga membuat otak lebih 'encer'

Bukan cuman tubuh yang mendapatkan manfaat dari berolahraga, tetapi juga otak. Ini disebabkan oleh molekul yang disebut irisin, diproduksi tubuh selama olahraga.

Ketika level irisin meningkat, gen yang berhubungan dengan belajar dan memori diaktifkan dan membentuk neuron baru. Olahraga juga menurunkan hormon pemicu stres atau kortisol dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

3. Semalam mimpi buruk? Mungkin sebelumnya kamu makan keju

Aneh? Tentu, saja. Tapi mitos ini benar lho. Studi yang dilakukan oleh British Cheese Board menemukan konsumsi keju berpengaruh pada tipe mimpi.

Ini mungkin ada hubungannya dengan triptofan dalam susu, yang mendorong tidur dan mengurangi tingkat stres. Juga, orang-orang dengan tingkat intoleransi laktosa dapat menderita gangguan tidur dan, sebagai akibatnya, mimpi buruk.



4. Makan tengah malam bikin gendut

Mereka yang gemar ngemil di malam hari cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Tapi bukan berarti kalori makanan jadi tiga kali lipat lebih tinggi setelah jam 10 malam ya.

Mereka yang suka makan tengah malam cenderung makan berlebihan lebih sering dan mengkonsumsi lebih banyak kalori. Beberapa peneliti berasumsi makan di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian yang mengatur kadar gula darah sehingga lebih suka ngemil yang membuat timbangan jadi mengarah ke kanan.

5. Terlalu lama main ponsel sebabkan kebutaan

Pancaran sinar biru atau blue light yang berasal dari smartphone atau komputer dapat membahayakan retina serta mempercepat kebutaan pada pasien dengan degenerasi makula.

Studi menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan tujuh jam atau lebih per minggu menggunakan komputer atau bermain video game seluler meningkatkan risiko terkena rabun jauh tiga kali lipat (miopia)

Sementara yang lain menemukan bahwa anak-anak yang memegang ponsel mereka delapan cm dari mata mereka untuk jangka waktu yang lama berada pada risiko yang lebih besar untuk strabismus konvergen, alias juling.

(kna/wdw)
News Feed