Jumat, 15 Feb 2019 18:25 WIB

10 Ciri-ciri Masa Subur Wanita

Tim detikhealth - detikHealth
10 Ciri-ciri Masa Subur Wanita/Foto: iStock 10 Ciri-ciri Masa Subur Wanita/Foto: iStock
Jakarta - Masa subur wanita menjadi satu hal yang sangat penting untuk diketahui bagi kaum perempuan. Terlebih untuk mereka yang ingin segera memiliki buah hati ataupun yang ingin menunda kehamilan.

Masa itu dapat menjadi tanda bahwa proses pembuahan dapat dilakukan dengan maskimal dan bahkan kemungkinan untuk terjadinya kehamilan pun juga lebih besar.

Untuk mengetahui masa subur sebenarnya tidak harus menggunakan sistem kalender yang sering digunakan sebagai cara menghitung masa subur yang banyak dilakukan saat ini. Di mana Anda bisa mengetahui atau bahkan merasakan beberapa ciri dan kondisi saat masa subur sedang terjadi.

Beberapa kondisi ini dipercaya lebih efektif untuk mengetahui masa subur seorang wanita dibanding dengan cara menghitung masa subur dengan sistem kalender atau menggunakan kalkulator masa subur. Berikut adalah ciri-ciri masa subur wanita yang bisa Anda ketahui:



Ciri-Ciri Masa Subur Wanita

Ada beberapa ciri khusus yang bisa menjadi tanda bahwa wanita sedang berada di masa suburnya. Dimana saat sel telur telah matang dan terlepas dari ovarium untuk menuju ke rahim itu disebut sebagai masa ovulasi. Di masa ovulasi inilah kemungkinan besar sel telur akan bertemu dengan sperma lebih tinggi untuk membentuk embrio.

Jika di masa ovulasi ini Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan, maka potensi untuk terjadinya pembuahan pun juga lebih besar. Secara umum, penghitungan masa ovulasi sendiri terjadi di hari ke-13 dan ke-14 setelah masa haid berakhir. Namun terlepas dari itu biasanya tubuh wanita akan memunculkan tanda-tanda lain yang bisa dikenal sebagai ciri masa suburnya.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut adalah ciri-ciri yang bisa Anda ketahui bahwa wanita sedang dalam masa subur:

1. Gairah Seks yang Meningkat

Jika Anda sadari beberapa tanda bisa menjadi ciri bahwa wanita sedang dalam masa subur. Salah satunya adalah gairah seks yang meningkat dibanding hari-hari lainnya. Biasanya wanita yang sedang dalam masa subur memiliki keinginan untuk melakukan hubungan seks yang lebih tinggi. Mereka akan terus menginginkan hubungan di atas ranjang selama beberapa malam. Bahkan meningkatnya gairah seks ini juga dapat menjadi tanda alami bahwa tubuh telah siap untuk melakukan reproduksi.

2. Keluarnya Cairan Bening Seperti Putih Telur

Pada saat masa ovulasi vagina akan mengeluarkan cairan bening yang mirip dengan putih telur. Cairan bening ini bukanlah keputihan, melainkan cairan yang diproduksi untuk mempermudah gerakan sperma di dalam rahim. Saat cairan ini keluar, maka untuk Anda yang ingin segera memiliki buah hati. Sebaiknya mulai untuk mendekatkan diri dengan pasangan. Karena di masa-masa seperti ini proses pembuahan dapat dilakukan dengan maksimal.

3. Adanya Sedikit Bercak Kecokelatan

Selain keluarnya cairan bening, biasanya akan disertai dengan adanya bercak kecoklatan yang menempel pada pakaian dalam Anda. Bercak kecokelatan ini merupakan folikel telur yang akan melepaskan dirinya untuk menyambut pembuahan. Jadi, jika Anda mengeluarkan cairan bening yang disertai dengan adanya bercak kecokelatan. Maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang dalam masa subur.

4. Rahim Terasa Lebih Lembut dan Terbuka

Ketika wanita dalam masa ovulasi, maka posisi rahim akan lebih terbuka. Hal ini akan membuat bagian vagina lebih lembut daripada hari biasanya. Mungkin saat melakukan hubungan seks Anda akan merasakan sedikit rasa sakit. Hal tersebut disebabkan karena vagina terlalu banyak memproduksi cairan pelumas akibat sekresi yang terjadi. Bahkan cairan yang keluar pun akan lebih banyak dan Anda lebih cepat basah saat melakukan hubungan seks dengan pasangan.



5. Nyeri Pada Bagian Payudara

Selain bisa dilihat dari masa ovulasi, tanda masa subur juga dapat dilihat adanya rasa nyeri pada bagian payudara. Meskipun beberapa wanita sering mengalami sakit nyeri akibat beberapa faktor lain. Namun jika rasa nyeri tersebut datang setelah masa haid berakhir dan hanya dirasakan beberaap saat saja. Maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang dalam masa subur.

6. Perut Bagian Bawah Terasa Sakit

Masa subur juga dapat ditandai dengan adanya rasa sakit di bagian perut bagian bawah. Biasanya rasa sakit ini disertai dengan keluarnya cairan bening ditambah bercak kecoklatan yang keluar dari vagina. Untuk rasa sakitnya sendiri bisa terjadi di bagian perut sebelah kanan atau kiri. Namun durasinya tidak lama, hanya berlangsung beberapa menit atau jam saja.

Secara medis, sakit perut di bagian bawah baik kanan atau kiri ini dikenal sebagai sensasi dari Mittelschmerz. Bahkan beberapa wanita ada pula yang merasakan mual saat masa ovulasi sedang terjadi.

7. Perut Terasa Kembung

Ciri masa subur juga dapat ditandai dengan kondisi perut yang terasa kembung tiba-tiba. Saat masa subur terjadi kemungkinan kondisi seperti perut kembung bisa saja terjadi. Di mana hal ini disebabkan adanya peningkatan pada retensi air akibat meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh. Perut kembung ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan bisa menghilang begitu saja tanpa harus Anda obati.

8. Sakit Kepala

Selain perut kembung yang terjadi secara tiba-tiba, kondisi seperti sakit kepala ataupun migren juga dapat terjadi mendekati masa ovulasi. Meskipun hal ini hanya ditemui sekitar 20% dari wanita dewasa. Namun tanda sakit kepala atau migren sebaiknya jangan Anda anggap berat jika hal tersebut terjadi setelah siklus menstruasi berakhir. Kondisi ini bisa disebabkan karena melonjaknya hormon yang berimbas pada fluktuasi hormon dan menyebabkan sakit di bagian kepala.

9. Mual

Mual bukan hanya dianggap sebagai tanda terjadinya kehamilan. Melainkan bisa juga dianggap sebagai masuknya masa ovulasi bagi seorang wanita. Saat seorang wanita merasakan mual di pertengahan bulan setelah masa haidnya berakhir. Maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa ia sedang dalam masa ovulasi atau masa subur. Selain itu, mual juga dapat menjadi gejala PMS akibat peningkatan hormon yang terjadi.

10. Lebih Sensitif

Ciri bahwa Anda sedang dalam masa subur juga ditandai dengan tubuh yang lebih sensitif, terutama di bagian indera penciuman. Di mana beberapa wanita akan merasakan indera penciumannya lebih tajam dibanding hari-hari lainnya. Apalagi jika kondisi tersebut terjadi setelah siklus haid berakhir.

Selain 7 ciri-ciri di atas, mengetahui masa subur juga dapat dilakukan dengan cara menghitung masa subur dengan sistem kalender. Cara ini bisa Anda lakukan jika ciri-ciri di atas sulit untuk Anda ketahui. Apalagi untuk Anda yang kurang peka terhadap beberapa kondisi di masa subur tersebut.

Untuk menghitung masa subur dapat Anda melakukannya dengan mencoba rumus kalkulator masa subur di bawah ini:

Pertama, ketahui berapa lama siklus masa haid Anda. Untuk jarak yang mendekati 21 hari maka disebut dengan siklus pendek. Sedangkan, jarak yang mendekati 35 hari disebut dengan siklus panjang. Untuk Anda yang berada di siklus pendek, maka bisa dikurangi dengan angka 18, sedangkan untuk yang siklus panjang bisa dikurangi dengan angka 11. Maka Anda akan menemukan kapan terjadinya masa subur wanita.

Selamat mencoba! (nwy/up)
News Feed