Selasa, 19 Feb 2019 14:27 WIB

Mengetahui Fase Paling Berbahaya dari DBD

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi pasien DBD. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Demam berdarah dengue atau DBD adalah suatu penyakit musiman yang kerap terjadi di Indonesia. Tidak jarang penyakit DBD ini menimbulkan korban jiwa karena tidak cepat ditangani.

Terlebih lagi jika pasien DBD telah memasuki fase berbahaya. Saat kapan itu? Dokter spesialis penyakit dalam dari RSPI Puri Indah, dr Ronald Irwanto, SpPD-KPTI, FINASIM mengatakan bahwa DBD memiliki tiga fase.

"Demam berdarah itu ada tiga fase, hari 1-3 kita sebut fase febrile tidak ada perdarahan. Padahal hari pertama sampai ketiga demam tinggi, demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, suka dibilang masuk angin," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di RSPI Puri Indah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.



Setelah memasuki hari keempat, kelima, dan keenam, demam cenderung turun, pasien DBD cenderung menimbulkan perdarahan, seperti mimisan. Namun kebanyakan orang tidak mewaspadai fase yang paling berbahaya ini.

"Yang berbahaya itu hari keempat, kelima, keenam, sampai menjelang hari ketujuh. Demam cenderung turun tapi disertai penurunan trombosit, cenderung mengalami perdarahan dan mengalami syok lebih besar," tambah dr Ronald.

Fase paling berbahaya itu biasa disebut fase pelana kuda karena demam yang turun kerap dianggap 'sembuh', padahal justru pasien harus segera mendapatkan penanganan. Jika terlambat, pasien bisa meninggal karena jumlah trombosit yang terus-menerus turun.



(wdw/up)