Rabu, 20 Feb 2019 10:19 WIB

Pasien Pulang Lebih Awal, Kemungkinannya Kembali ke RS Jadi Dobel

Firdaus Anwar - detikHealth
Kalau kamu dirawat inap, sebaiknya ikuti anjuran dokter kapan bisa pulangnya. (Foto: iStock) Kalau kamu dirawat inap, sebaiknya ikuti anjuran dokter kapan bisa pulangnya. (Foto: iStock)
Jakarta - Bagi yang pernah dirawat, menghabiskan waktu berhari-hari di rumah sakit (RS) mungkin bisa jadi hal membosankan. Oleh sebab itu tidak heran kalau ada beberapa pasien yang merasa sudah sehat memilih 'bandel' keluar dari RS melawan saran dokter.

Tindakan tersebut menurut peneliti dari University of the Wisconsin tidak dianjurkan. Alasannya karena ada kemungkinan besar pasien akan kembali ke RS akibat belum benar-benar pulih.



Hal ini terbukti setelah pemimpin studi Nilay Kumar melihat data dari 23 juta pasien yang dirawat di Amerika Serikat dari tahun 2014. Sekitar 20 persen pasien yang memaksa keluar dari rumah sakit kembali dirawat dalam jangka waktu 30 hari, sementara itu hanya 10 persen pasien yang patuh saran dokter kembali ke RS setelah perawatan.

Menurut Nilay ketika pasien bolak-balik ke RS waktu perawatannya akan semakin lama dan kejadian mortalitas juga semakin tinggi. Hal ini akan semakin buruk bila RS tempat pasien dirawat berbeda-beda.

Kebanyakan pasien yang bandel pulang duluan datang dari kelompok pria muda dengan status ekonomi sosial rendah, punya riwayat penyalahgunaan zat, masalah jiwa, dan tidak memiliki asuransi.

"Pasien-pasien seperti ini cenderung pergi dari rumah sakit melawan rekomendasi dokter berkali-kali hanya untuk kembali dirawat di RS berbeda dalam kurun waktu 30 hari kemudian," kata Nilay seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/2/2019).



Pasien Pulang Lebih Awal, Kemungkinannya Kembali ke RS Jadi Dobel
(fds/up)