Jumat, 22 Feb 2019 09:13 WIB

Berobat ke Luar Negeri Kini Tak Lagi Repot, Bisa Dijemput di Bandara

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Masyarakat Indonesia hingga kini masih banyak memilih berobat ke luar negeri. Banyak anggapan, kualitas pelayanan dan peralatan yang lebih baik, jadi alasan banyak WNI berobat di rumah sakit luar negeri.

Indonesia Services Dialog (SID) mencatat jumlah orang Indonesia yang berobat ke luar negeri mengalami peningkatan hampir 100% selama 10 tahun terakhir. Jika tahun 2006 terdapat 350 ribu pasien, di tahun 2015 melonjak menjadi 600 ribu pasien.

Menyikapi tren berobat ke luar negeri tersebut, salah satu perusahaan asuransi di Indonesia AXA Mandiri kini meluncurkan 'Layanan Eksklusif AXA Mandiri'. Layanan ini dapat membantu orang berobat baik itu ke luar negeri, seperti dengan jemput antara rumah sakit dan bandara.


Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kuruma mengatakan layanan Eksklusif AXA Mandiri dihadirkan sebagai wujud dari implementasi nilai costumer first untuk menjawab kebutuhan nasabah saat pemulihan kesehatan. Nasabah bisa dibantu dalam penjemutan dari bandara menuju rumah sakit di luar negeri yang bekerja sama dengan AXA Mandiri.

"Nasabah akan diberi value added, nggak hanya beli produk, berikan fasilitas kaya begini, ini baru first step bagaimana tingkatkan layanan ekslusif pada nasabah kita. Selain prioritas pendaftaran juga akan jemput dari airport ke RS kalau berobat ke Thailand, Singapura, Malaysia, ini servis di luar asuransi sendiri," ujar Handojo saat peluncuran 'Layanan Eksklusif AXA Mandiri' di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Handojo menambahkan, dari layanan eksklusif ini juga akan mendapatkan pendampingan oleh staff dalam pengurusan administrasi di rumah sakit. Selain itu, pendamping ini juga bisa menjadi teman berkomunikasi sebagai upaya treatmen pasien untuk mendapatkan kehangatan dan tidak stress.

"Nasabah bahkan di rumah sakit akan ada orang yang antar untuk daftarkan diri ke dokter dan menemani nasabah agar ada treatmen, butuh teman bicara di sana. Ini pelayanan di luar konteks produk, dengan adanya ini, nasabah lebih nyaman daripada harus dirawat di RS agak stres karena ada medical chek up dan sebagainya," katanya.

Handojo menjelaskan, layanan ini juga dapat dinikmati di sejumlah rumah sakit ternama di Indonesia seperti jaringan RS Premier dan Siloam. Sementara untuk di Singapura terdiri dari RS Gleneagles, RS Parkway East, dan RS Mount Elizabeth. Kemudian RS Sunway Medical Center di Malaysia, St Stamford Modern Guangzhou di China.

"Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, China, mungkin belum seluruh rumah sakit. Tapi rumah sakit-rumah sakit yang sering dipakai di Singapura kayak Park Away, di indonesia ada Premier dan Siloam Hospital," paparnya.

Sementara di Thailand layanan bisa didapatkan di Bangkok Dusit Medical Center yang terdiri 4 pusat kesehatan yakni RS Bangkok Phuket, Phyathai 2, Samitivej Srinarakaran, dan Samitivej Sukhumvit.

Lewat tambahan manfaat layanan tersebut, Handojo berharap nasabah bisa mendapatkan layanan terbaik di rumah sakit dalam negeri. Di saat bersamaan, proses perawatan pasien yang ingin berobat ke luar negeri juga semakin mudah dan nyaman.

Sebagai informasi, berdasarkan survei yang dilakukan Mercer Marsh Benefits di tahun 2018, menyebutkan bahwa biaya rumah sakit termasuk ruang operasi, ruang rawat inap, dan biaya sewa peralatan rawat inap, merupakan ongkos termahal dalam komponen total biaya pengobatan atau mengambil porsi sekitar 21%.

Selain itu, survei tersebut juga menyebutkan kalau peningkatan biaya pengobatan Indonesia pada tahun lalu sebesar 12,6%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya pengobatan di Malaysia sebesar 12,5%, Singapura 9,1%, dan rata-rata negara di Asia sebesar sekitar 10%.

"Asuransi kesehatan bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk dapat menjalani pemulihan kesehatan, tanpa perlu khawatir mengenai biaya yang timbul, karena risiko tersebut akan dialihkan kepada perusahaan asuransi. Di saat yang sama, kondisi finansial tetap terjaga untuk keuangan jangka panjang," tutur Handoko.

Dengan adanya 'Layanan Eksklusif' ini, lanjut Handojo, diharapkan pengalaman nasabah dalam memperoleh layanan terbaik di rumah sakit dalam negeri dapat meningkat. Di saat yang sama, AXA Mandiri juga menyadari bahwa saat ini cukup banyak nasabah yang mulai melakukan perawatan kesehatannya ke luar negeri.


Oleh karena itu, 'Layanan Eksklusif' turut dihadirkan di jaringan rumah sakit ternama di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan China guna memenuhi kebutuhan nasabah AXA Mandiri yang melakukan perawatan kesehatan di negara-negara tersebut. Hal ini sebagai wujud komitmen AXA Mandiri untuk memberikan perlindungan kesehatan di setiap tahap kehidupan masyarakat yang mengikuti tren medical tourism hingga saat ini.

Salah satu nasabah AXA Mandiri Renaldo menceritakan pengalamannya saat dilayani pelayanan eksklusif ini dengan adanya penjemputan ke rumah sakit, hingga bisa dilayani dengan cepat saat berada di rumah sakit tersebut.

"Saya sempat coba di RS Elisabeth, prosesnya ada beberapa cabang kantor perwakilan, secara singkat tinggal hubungi via WA perwakilannya. Kemudian waktu sampai di sana sudah ada yang jemput, waktu itu dijemput Vellfire, karena memang standar mobilnya Vellfire atau Limo, di drop di Mut Elisabeth. Kita dikasih tahu PIC, kita lewat ada satu jalur khusus ke pendaftaran prioritas ada ruangan khusus, jadi cepat sekali pendaftaran dibanding pasien lain yang tunggu," ujarnya.

"Jadi waktu itu berapa lama, waktu itu datang, dari meja resepsionis ada pasien VIP kita tunjukin kartu VIP, kontak ke bagian yang menangani itu dan sudah langsung dibawa ke ruangan pelayanan," tambahnya.


Tonton juga video 'Melihat RS Universitas Indonesia, ''Green Hospital'' yang Tahan Gempa':

[Gambas:Video 20detik]


Berobat ke Luar Negeri Kini Tak Lagi Repot, Bisa Dijemput di Bandara
(idr/up)
News Feed
CNN ID
×
Layar Demokrasi
Layar Demokrasi Selengkapnya