"Namun, pada penderita diabetes hormon insulin tidak bekerja dengan baik sehingga hanya sedikit glukosa yang mampu diubah menjadi energi. Alhasil, glukosa dalam darah atau gula darah menjadi meningkat. Jadi para penderita diabetes disarankan untuk membatasi asupan karbohidratnya. Sebenarnya bukan berarti karbohidrat harus dihindari sama sekali," ujar dr. Ervina kepada detikHealth, Minggu (24/2/2019).
Ia juga mengatakan bahwa karbohidrat terdiri dari 2 jenis, yakni karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana, lanjut dr. Ervina, memiliki indeks glikemik tinggi yang artinya lebih mudah dipecah oleh tubuh sehingga membuat kadar gula darah setelah makan naik dengan cepat. Sementara karbohidrat kompleks mengandung serat dan relatif mengandung kadar gula yang rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan begitu bisa membantu memenuhi kebutuhan karbohidrat harian dari karbohidrat jenis ini. Nah, pilihlah karbohidrat kompleks ini. Sebagai contohnya beras merah, gandum utuh, sayuran, dan buah-buahan," sambung dr. Ervina.
Menurutnya, pengaturan nutrisi dalam pola makan juga sangat penting untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Penyandang diabetes juga perlu mengatur pola makan dengan prinsip 3 J, yakni jenis, jumlah, dan jadwal.
Selain memilih jenis makanan, jumlah atau porsi makanan juga tentunya harus tepat dan sesuai dengan kebutuhan kalori harian yang terbagi menjadi 3 kali makan besar dan selingan di antara jam makan besar.
Ada juga cara lain untuk mengontrol kadar gula darah, yakni dengan mengonsumsi Diabetasol. Diabetasol adalah nutrisi makanan pengganti untuk penyandang diabetes yang diformulasikan secara khusus dengan indeks glikemik rendah. Diabetasol juga memiliki kandungan Vita Digest Pro untuk membantu menjaga kadar gula darah dan membuat kenyang lebih lama.
Simak Juga 'Risiko Diabetes Lebih Tinggi Kalau Punya Teman Sedikit?':












































