Senin, 25 Feb 2019 19:30 WIB

Apakah Kasus Incest Seperti di Lampung Disebabkan oleh Gangguan Jiwa?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pelaku incest di Lampung diringkus polisi. Foto: Dok. Polres Tanggamus Pelaku incest di Lampung diringkus polisi. Foto: Dok. Polres Tanggamus
Jakarta - Geger kasus incest atau hubungan sedarah yang dilakukan oleh seorang ayah dan dua anak laki-lakinya kepada saudara perempuan mereka sendiri di Lampung menyita perhatian. Korban yang berusia 18 tahun ini disebut mengalami trauma setelah disetubuhi berkali-kali.

Banyak pihak yang menyebut perilaku incest merupakan sebuah bentuk perilaku yang tidak wajar, namun apakah benar incest disebabkan oleh gangguan jiwa?

Menurut dr Wayan SpKJ dari RSUD Koja Jakarta Utara, penyebab incest harus diperiksa dan ditelusuri terlebih dahulu. Ia melanjutkan, incest sendiri bukan termasuk gangguan jiwa.



"Ini kan mesti diperiksa. Incest itu penyebabnya banyak, misal bapak dan ibu punya hubungan yang tidak harmonis, atau situasi rumah itu juga. Kemudian selama ini apakah anak gadis itu tergantung banget (dengan orang tua), yang lalu ada kesempatan untuk melampiaskan nafsu seksualnya," terangnya kepada detikHealth melalui sambungan telepon, Senin (25/2/2019).

Dihubungi dalam waktu berbeda, pakar seksologi dari RS Siloam Kebon Jeruk, dr Heru Oentoeng, SpAnd juga mengatakan bahwa incest bukan merupakan kelainan seksual.

"Kalau dari sisi seksologi, nggak ada kaitannya dengan gairah seksual, tapi kalau dari sisi pidana hukum, ini benar-benar salah," pungkasnya kepada detikHealth.

(frp/up)