Senin, 25 Feb 2019 20:10 WIB

Bagi Pria, Disarankan Medical Check Up Jantung dan Prostat

Akfa Nasrulhaq - detikHealth
Foto: Carsten Koall/Getty Images Foto: Carsten Koall/Getty Images
Jakarta - Saat ini, masih banyak orang yang menyepelekan medical check up. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti seseorang itu tidak merasakan sakit, masih berusia muda, tidak ada waktu dan biaya, hingga takut mengetahui jika dirinya mengalami penyakit berbahaya.

Padahal, medical check up adalah salah satu cara efektif untuk mendeteksi keberadaan penyakit, bahkan yang kritis di dalam tubuh. Namun ternyata medical check-up bagi pria dan wanita memiliki fokus pemeriksaan yang berbeda.

Seperti dikatakan dr. Maria dewi indrawati, Quality Service Manager di salah satu RS di Tangerang, idealnya medical check up dilakukan setahun sekali dan penyakit yang difokuskan tergantung dari jenis kelamin.

"Kalau tidak punya faktor risiko, cukup setahun sekali. Kalau untuk laki-laki saya saranin lebih ke arah kesehatan jantung dan prostat. Karena biasanya penyakit jantung itu pembunuh nomor 1 untuk laki-laki. Kalau wanita untuk, kanker payudara, lalu untuk kanker rahim," ujar dr. Maria saat peluncuran 'Layanan Eksklusif AXA Mandiri' di Jakarta, baru-baru ini.


dr. Maria menjelaskan, perbedaan yang ditekankan dalam pemeriksaan kesehatan tersebut berdasarkan studi yang menunjukkan bahwa masing-masing penyakit tersebut menyerang berdasarkan jenis kelamin.

"Itu berdasarkan studi epidomologi ya, jadi memang penyakit yang menyerang berdasarkan kelamin adalah jantung dan prostat untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan adalah kanker payudara dan rahim," jelasnya.

Menurut dr. Maria beberapa penyakit tersebut dapat dideteksi secara dini melalui pemeriksaaan medical check up. Oleh karenanya, perlu adanya screening kesehatan demi mencegah penyakit lebih parah saat terdeteksi atau mulai dirasakan rasa sakitnya.


"Nah penyakit tersebut bisa kita screening melalui MCU, bukan hal yang seperti kita tidak bisa duga sebelumnya. Jadi baiknya itu masuk ke dalam list MCU," pungkasnya. (idr/up)