Kamis, 28 Feb 2019 13:55 WIB

Ratna Sarumpaet Disebut Minum Obat Antidepresan, Apa Gunanya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Ratna Sarumpaet disebut sudah sejak awal 2018 mengonsumsi obat antidepresan. (Foto: Grandyos Zafna) Ratna Sarumpaet disebut sudah sejak awal 2018 mengonsumsi obat antidepresan. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Dalam sidang perdana terdakwa kasus hoax Ratna Sarumpaet, tim pengacara kembali mengajukan agar status kliennya diubah menjadi tahanan kota. Menurut tim pengacara faktor usia yang sudah senja membuat Ratna Sarumpaet rentan sakit.

"Kami selaku tim penasihat hukum terdakwa mengajukan permohonan untuk pengalihan jenis penahanan, dari rumah tahanan negara Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau tahanan kota," kata pengacara Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), Jl Ampera Raya, Kamis (28/2/2019).

Ratna Sarumpaet sebetulnya sudah dua kali mengajukan tahanan kota. Pada Oktober 2018 lalu salah satu pengacara, Insank Nasruddin, menyebut kalau Ratna Sarumpaet sudah sejak awal 2018 mengonsumsi obat antidepresan.



"Ibu RS itu kan selama ini yang menjadikan alasan buat kami, bahwa kami memperoleh bukti baru, bahwa sejak yang kami peroleh bukti, di posisi bulan 1, Januari. Ibu RS sudah mengkonsumsi obat, obat yang selama ini disampaikan ternyata obat anti depresa. Kan ada dokter psikiater," kata Insank seperti dikutip dari detiknews.

Dikutip dari situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat antidepresan sering digunakan untuk meringankan gejala depresi sedang sampai berat. Antidepresan sendiri bekerja dengan cara mengatur serotonin di otak, hormon yang bertanggung jawab terhadap kestabilan mood.

Menurut BPOM seorang pasien harusnya melakukan kontrol ke dokter setiap 1-2 minggu selama minimal 4 atau 6 minggu awal menjalani pengobatan antidepresan. Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah lini obat antidepresan sudah sesuai karena tiap orang mungkin memiliki reaksi berbeda.

"Pasien dengan riwayat depresi berulang sebaiknya melanjutkan perawatan minimal 5 tahun sampai seumur hidup," tulis BPOM.

Penggunaan obat antidepresan jangka panjang diketahui bisa memiliki efek samping menimbulkan gejala putus obat.



Tonton juga video 'Stres Hadapi Haters, Kang Daniel Siap Tempuh Jalur Hukum':

[Gambas:Video 20detik]

Ratna Sarumpaet Disebut Minum Obat Antidepresan, Apa Gunanya?
(fds/up)