Sabtu, 02 Mar 2019 08:30 WIB

Gawat! Terlalu Kuat Mengejan, Risiko Stroke Meningkat Saat BAB

Rosmha Widiyani - detikHealth
Serangan stroke yang bersifat mendadak sebetulnya bisa terjadi di mana saja, termasuk kamar mandi. (Foto: Thinkstock) Serangan stroke yang bersifat mendadak sebetulnya bisa terjadi di mana saja, termasuk kamar mandi. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Serangan stroke yang bersifat mendadak sebetulnya bisa terjadi di mana saja, termasuk kamar mandi. Kondisi ini ternyata tak lepas dari aktivitas ngeden yang dilakukan saat Buang Air Besar (BAB) atau Buang Air Kecil (BAK).

"Ada 2 proses yang bisa saja terjadi hingga menyebabkan serangan stroke terjadi di kamar mandi. Pada saat mengejan mungkin terjadi peningkatan tekanan darah hingga akhirnya terjadi stroke. Proses lain adalah henti napas sesaat hingga terjadi turbulen aliran darah di otak, yang mengakibatkan munculnya sumbatan," kata dokter ahli saraf dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) dr Indah Aprianti Putri SpS(K)pada detikHealth, Jumat (01/03/2019).



Penganan stroke sangat bergantung pada kecepatan pasien mengakses rumah sakit, serta ketepatan jenis terapi yang diberikan. Dengan kondisi ini, Indah kembali mengingatkan gejala FAST yang menandai serangan stroke. FAST adalah akronim dari face dropping, arm weakness, speech difficulties, dan time untuk segera memanggil bantuan.

"Intinya jika menemui kondisi pasien wajahnya tidak simetris, bicara pelo, atau ada situasi yang sedikit berbeda sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Makin cepat mendapat layanan kesehatan, peluang pasien sembuh makin besar," ujar dr Indah.

Stroke saat ini menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Serangan terjadi akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak ini, berisiko menimbulkan kecacatan pada pasien. Beberapa faktor risiko stroke adalah tekanan darah tinggi, peningkatan kadar kolesterol, dan diabetes.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed