Sabtu, 02 Mar 2019 09:31 WIB

Body Positivity ala Ririe Bogar, Cintai Diri dengan Bahagia dan Hidup Sehat

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ririe Bogar merupakan sosok influencer yang karismatik. (Foto: Instagram/ririebogar, ditampilkan atas izin yang bersangkutan) Ririe Bogar merupakan sosok influencer yang karismatik. (Foto: Instagram/ririebogar, ditampilkan atas izin yang bersangkutan)
Jakarta - Ririe Bogar merupakan sosok influencer yang bisa dibilang karismatik. Perjalanan panjang membawanya mengalami hal-hal pahit yang justru membuatnya bangkit dan berdiri lebih tangguh. Ejekan pernah menghampirinya, tapi tidak masalah, Ririe jadi bukti bahwa apapun bentuk tubuh kita adalah penting untuk menyayangi diri sendiri.

Wanita kelahiran 3 Juli 1974 ini sudah 'kenyang' dengan namanya bully, sehingga lebih memilih untuk membuktikan dengan aksi nyata. Tepat di tahun 2015, pola hidupnya berubah menjadi lebih positif dalam artian menjaga pola makan menjadi lebih sehat, olahraga, dan tentu saja bahagia.

"Aku mungkin 3-4 tahun lalu (mulai berubah) sejak pengasuh aku yang ngasuh aku dari SD itu passed away karena kena stroke, darah rendah dah kolesterol," kenangnya kepada detikHealth.

Saat itu, Ririe menyebut momen tersebut adalah masa di mana ia ingin membalas budi sang pengasuh. Ia yang kala itu ingin membantu memandikan almarhumah merasa kesulitan ketika mengangkatnya, padahal pengasuhnya terbilang kecil.

"Aku aja beratnya waktu itu hampir 140 kg ya. Dari situ aku mikir aku enggak bisa begini nih, kecil aja bisa kena stroke, aku harus sehat, jadi akhirnya dari situ aku mulai changing habits," tuturnya.

Meski begitu tidak mudah, dulu banyak sekali yang mencemoohnya, tapi hal tersebut terbukti tidak membuat prestasinya surut. Tak pernah juga terlintas untuk mendapatkan tubuh lebih kurus hanya karena ejekan dari orang lain.


"Kalau dibully pernah sekarang udah enggak, sekarang sudah enggak mungkin orang lain pernah melihat apa yang aku capai."

"I feel sorry untuk orang-orang yang ngebully karena kan kalau kita lihat lagi, kita tarik lagi, orang yang suka ngebully pun background kehidupannya dia enggak bahagia. That's why dia cari perhatiannya dengan menindas orang lain entah lewat omongan atau perbuatan," ujar pendiri komunitas Xtra L ini.



Maka dari itu ia pun santai dalam menghadapi bully. Jika memang sedang ada energi yang cukup, dia tak segan untuk speak up. Tapi kalau sedang merasa lelah, triknya hanya dengan melontarkan senyum dan pergi menjauh.

Dari sanalah ia terus berkiprah untuk memberikan dukungan kepada orang-orang untuk mencintai diri sendiri dan stop body shaming. Nah, body positivity ini yang selalu ia gaungkan di akun media sosial miliknya.

"Body positif itu menghargai tubuh kita, juga tubuh orang lain, tidak seenaknya," ungkapnya, "bahkan penting diajarkan ke anak-anak agar mereka tau cara menghargai tubuhnya juga tubuh orang lain," tandasnya.

(ask/up)
News Feed