Senin, 04 Mar 2019 19:59 WIB

Molor di Akhir Pekan Tak Bisa Menutupi 'Utang' Tidur yang Kurang

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Malas-malasan dan bangun siang di akhir pekan tidak bisa membalas dampak buruk utang tidur kamu. (Foto: Thinkstock) Malas-malasan dan bangun siang di akhir pekan tidak bisa membalas dampak buruk 'utang tidur' kamu. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sering kita menghabiskan akhir pekan dengan bermalas-malasan atau malah molor seharian, dengan tujuan 'membalas' hari kerja di mana kita kurang tidur. Menurut studi terbaru, hal itu malah bisa memicu serangkaian masalah kesehatan terutama pada sistem metabolisme kita.

Studi tersebut dilakukan pada dua kelompok orang yang sehat, membatasi tidur mereka tak lebih dari lima jam semalam, yang satu di hari kerja yang satu ditambah di akhir pekan. Kedua kelompok tersebut malah menjadi sering ngemil di malam hari, semakin gemuk dan menunjukkan tanda-tanda penurunan kesehatan metabolik dibanding sejak awal mulai penelitian.



"Pada akhirnya kita tidak melihat adanya manfaat apapun pada hasil metabolisme pada orang yang 'membalas' tidur di akhir pekan," kata v, pemimpi studi tersebut dan seorang dosen di University of Colorado Boulder, dikutip dari BBC.

Kekurangan tidur juga membuat kita rentan terserang penyakit. Para ahli menyarankan untuk mencoba menjaga rutinitas jadwal tidur, misalnya dengan menjaga waktu tidur dan bangun yang sama tiap harinya.

"Walaupun kita mendorong orang-orang untuk menjaga jadwal rutin sebisa mereka, tapi setidaknya kita tidak melarang orang untuk sedikit memiliki kemewahan untuk tidur sedikit lebih lama di akhir pekan," tandas Malcolm von Schantz, dosen kronobiologi di University of Surrey.

(frp/up)