Kamis, 07 Mar 2019 14:16 WIB

Kenapa Susu Bikin Diare Makin Parah?

Tia Reisha - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Bagi sebagian orang, mengkonsumsi susu bisa memperparah diare. Pasalnya, frekuensi buang air besar makin meningkat setelah minum susu atau mengkonsumsi produk olahan susu seperti mentega dan keju.

Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi, mengungkapkan diare bisa makin parah usai mengkonsumsi susu karena orang tersebut memiliki intoleransi laktosa.

"Pada orang yang mengidap intoleransi terhadap laktosa, mengkonsumsi susu atau sesuatu yang mengandung susu akan menyebabkan diare. Namun pada orang yang tidak mengidapnya, tidak ada masalah minum susu," ujar dr. Helmin kepada detikHealth, Kamis (7/3/2019).

Sebagai informasi, Intoleransi laktosa merupakan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna gula laktosa yang terdapat pada susu dan produk susu lainnya seperti keju, yogurt, dan mentega.


Menurut dr. Helmin, ada beberapa faktor yang menyebabkan diare selain intoleransi laktosa. Adapun penyebabnya antara lain hipersensitif terhadap bahan makanan atau minuman tertentu, adanya kuman penyebab diare di saluran pencernaan, hingga efek samping obat.

Diare harus segera ditangani karena jika tidak, diare bisa menyebabkan dehidrasi parah yang berujung pada kematian. Maka dr. Helmin menyarankan untuk banyak minum air, terutama cairan yang mengandung elektrolit.

"Minum cairan yang cukup dan mengandung elektrolit seperti larutan gula garam, hindari makanan berminyak, pedas, asam, dan gorengan untuk sementara. Tetap makan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika perlu, minum obat diare," tutur dr. Helmin.

Obat diare, menurut dr. Helmin, diperlukan untuk membantu menghentikan diare dan membuang racun atau kuman yang menyebabkan diare. Salah satu obat antidiare yang bisa membantu menghentikan diare dan gejalanya adalah Entrostop.


Entrostop mengandung dua komponen utama, yakni activated colloidal attapulgite dan pectin. Kedua bahan aktif tersebut bekerja lokal tanpa diserap tubuh dan berfungsi untuk menyerap racun dan kuman penyebab diare, memadatkan tinja, serta mengurangi frekuensi buang air besar. (idr/up)
News Feed