Jumat, 08 Mar 2019 08:40 WIB

Penyakit Sistem Imun Disebut Bisa Jadi Kunci Sembuhkan Infeksi HIV

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi penelitian untuk kunci sembuh HIV. Foto: iStock/Business World Online Ilustrasi penelitian untuk kunci sembuh HIV. Foto: iStock/Business World Online
Jakarta - Pasien London adalah sebutan bagi seorang pasien dari London yang diketahui bisa sembuh dari infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Kasus kedua di dunia setelah sebelumnya pasien Berlin juga dinyatakan sembuh dari HIV pada tahun 2008 lalu.

Peneliti HIV Sharon Lewin dari International AIDS Society mengatakan kemunculan pasien London ini memberikan semangat baru untuk dunia. Sebelumnya sudah bertahun-tahun peneliti dunia berusaha untuk mereplikasi kasus pasien Berlin tapi tidak pernah berhasil.



Menurut Sharon tampaknya ada dua faktor penting dalam kejadian HIV yang berhasil sembuh yaitu resistensi genetik dan efek samping transplantasi yang menyerang sel imun. Dalam kasus pasien Berlin dan London diketahui keduanya mendapat transplantasi sumsum tulang dari donor dengan mutasi genetik langka.

"Jadi sumsum tulang yang baru ini kebal terhadap HIV, dan dia juga secara aktif memusnahkan sel-sel yang terinfeksi HIV melalui apa yang disebut penyakit graft versus host (GvHD)," kata Sharon seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/3/2019).

Penyakit graft versus host sendiri adalah kondisi yang disebabkan ketika human leukosit antigen (HLA) donor tidak cocok dengan HLA penerima. Hal ini membuat sistem kekebalan dari sumsum tulang donor yang baru malah menyerang tubuh penerima.

Peneliti Steven Deeks dari University of California mendeskripsikan GvHD secara sederhana seperti perang mematikan antara dua sistem imun yang berbeda.

"Transplantasi membuat sistem imun yang lama hancur total dan dikuasai oleh sistem imun baru. HIV tidak bisa berkembang dengan sistem imun yang baru karena ada mutasi genetik. Itu obatnya," kata Steven.

Peneliti sekarang sedang berusaha bagaimana caranya untuk membuktikan teori tersebut. Transplantasi yang sengaja memicu penyakit GvHD tidak bisa dilakukan sembarangan karena rumit, mahal, dan pasien berisiko tinggi meninggal.




Saksikan juga video 'Virus HIV Bisa Dihambat Sama Obat ARV':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed