Jumat, 08 Mar 2019 11:47 WIB

Sejarah HIV: Kapan Dunia Sadar Hingga Kemunculan Pasien yang Bisa Sembuh

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi HIV. Foto: thinkstock Ilustrasi HIV. Foto: thinkstock
Jakarta - Orang-orang yang hidupnya terpengaruh oleh human immunodeficiency virus (HIV) bisa dibilang mendapatkan harapan baru dengan kemunculan orang kedua yang bisa sembuh dari penyakit menular ini. Sebelumnya tidak pernah ada yang benar-benar bisa sembuh dari HIV karena obat modern hanya bisa menekan perkembangannya di tubuh.

"Ini adalah sesuatu yang memberi harapan dan sangat penting. Tapi mungkin tidak akan segera bisa membantu orang dengan HIV untuk beberapa tahun ke depan," kata pendiri yayasan pemerhati HIV, Larry Mass, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/3/2019).

Perjuangan dunia melawan HIV memang jadi kisah panjang yang setiap detailnya tidak bisa dianggap remeh. Dikutip dari Telegraph, HIV pertama kali diduga berasal dari sebuah desa di Congo, Afrika, pada tahun 1920-an ketika virus bermutasi dari monyet pindah ke manusia.

Kala itu karena tidak segera menimbulkan gejala parah HIV belum diketahui dan pelan-pelan menyebar ke dunia luas lewat praktik prostitusi.

Hingga kemudian pada awal 1980-an muncul laporan sekelompok pria gay di Kanada mengidap infeksi paru dan kanker yang langka. Akhir tahun 1981 peneliti sadar kalau ini adalah penyakit baru yang menyebar lewat hubungan seks. Karena saat itu umum terjadi pada kaum gay, penyakit diberi nama "gay related immune deficiency".



Istilah acquired immune deficiency syndrome (AIDS) muncul ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menemukan penyakit serupa pada pasien penerima donor darah.

Wujud HIV baru benar-benar diidentifikasi pada tahun 1984 berkat upaya gabungan peneliti dari Amerika Serikat dan Prancis. Kala itu belum ada obat yang sama sekali bisa melawan HIV sehingga pengidap hanya bisa pasrah menunggu kematian.

Hingga akhirnya pada tahun 1987 penggunaan obat antiretroviral pertama disetujui. Obat ini jadi harapan satu-satunya untuk para pengidap HIV karena mampu memperlambat kemunculan AIDS.



Bertahun-tahun berlalu peneliti terus berusaha mencari cara menyembuhkan HIV dan memperbaiki efektivitas obat antiretroviral. Dengan tiap kemunculan terapi obat yang baru usia harapan hidup pengidap HIV semakin tinggi.

Hingga tahun 2007 dunia gempar karena setelah sekian lama akhirnya muncul kasus pertama pasien HIV yang benar-benar bisa sembuh. Pria yang saat itu disebut pasien Berlin diketahui tidak sengaja bisa sembuh HIV setelah menjalani transplantasi sumsum tulang untuk kankernya.

Pasien Berlin disebut orang pertama yang sembuh karena HIV dalam darahnya bisa bersih tidak terdeteksi tanpa harus mengonsumsi obat antiretroviral. Ia kini sudah hidup lebih dari 10 tahun bebas obat.

Peneliti berusaha mereplikasi kejadian pasien Berlin namun tidak pernah berhasil. Peneliti China bernama He Jiankui bahkan sampai melanggar tabu dalam dunia riset sengaja menciptakan bayi manusia yang sudah direkayasa genetik agar kebal HIV pada tahun 2018.

Semangat peneliti belakangan terpicu kembali ketika dalam laporan di jurnal Nature 2019 muncul kasus kedua orang yang sembuh HIV dengan sebutan pasien London. Dalam laporan pasien London memiliki kasus yang hampir sama seperti pasien Berlin, menerima transplantasi sumsum tulang untuk kanker.

(fds/up)