Jumat, 08 Mar 2019 12:10 WIB

Temui Jokowi Lalu Pingsan, Ini Berbagai Kemungkinan Penyebabnya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Seorang ibu pingsan usai terobos Paspampres dan mengadu ke Jokowi (Foto: Jordan/detikcom) Seorang ibu pingsan usai terobos Paspampres dan mengadu ke Jokowi (Foto: Jordan/detikcom)
Jakarta - Ada insiden kecil saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung. Dikutip dari detikNews, seorang ibu pingsan usai mengadukan permasalahannya pada Jokowi.

Pingsan mendadak seperti yang dialami ibu berjilbab merah muda dan berbaju hijau tersebut, sebetulnya sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa hal bisa menjadi penyebab kondisi hilangnya kesadaran sementara.



Berikut penjelasannya yang berhasil dihimpun detikHealth.

1. Dehidrasi

Kekurangan cairan akibat terpapar langsung sinar matahari dalam jangka waktu tertentu menjadi penyebab pertama. Dehidrasi menyebabkan penurunan tekanan darah hingga terjadi pusing dan akhirnya pingsan.

2. Faktor psikologis

Pemicu psikologis menjadi penyebab pingsan mendadak berikutnya. Faktor ini mencakup rasa cemas, panik, stres, dan gangguan lainnya yang dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kehilangan kesadaran.

3. Kondisi medis tertentu

Salah satu yang dimaksud dalam kondisi ini adalah shock akibat pendarahan. Kehilangan darah dalam jumlah banyak di waktu yang singkat bisa mengakibatkan pingsan. Kondisi lainnya adalah infeksi atau dampak alergi parah, misal shock anafilatik yaitu tertutupnya saluran napas.



4. Obat dan alkohol

Kandungan beberapa jenis obat ternyata bisa memicu hilangnya kesadaran sementara. Misal nitrat uang bisa menurunkan darah dengan cepat, atau opiat yang bisa memperlambat pernapasan.

Selain obat, alkohol ternyata juga bisa memberi efek hilang kesadaran. Alkohol biasa digunakan sebagai penenang karena memiliki efek sedatif.

5. Gangguan irama jantung

Jantung yang berdetak terlalu cepat atau lambat ternyata tidak memiliki efek baik untuk tubuh. Detak jantung dikatakan terlalu cepat jika jumlahnya lebih dari 150 denyut per menit. Sedangkan denyut yang dianggap terlalu lambat adalah kurang dari 50 detak per menit.

(up/up)
News Feed