Jumat, 08 Mar 2019 17:47 WIB

Tak Pernah Diimunisasi, Bocah Ini Habiskan Rp 11 M untuk Obati Tetanus

Firdaus Anwar - detikHealth
Kasus ini bisa jadi perhatian kenapa vaksinasi anak sebaiknya tidak dilewatkan. (Foto: Thinkstock) Kasus ini bisa jadi perhatian kenapa vaksinasi anak sebaiknya tidak dilewatkan. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun yang tak pernah diimunisasi dari Oregon, Amerika Serikat (AS), dilaporkan terinfeksi penyakit tetanus. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) ini adalah kasus pertama dalam rentang waktu 30 tahun terakhir di area tersebut.

Disebutkan bahwa sang bocah awalnya luka lecet di dahi ketika sedang bermain di peternakan. Seminggu kemudian ia mulai menunjukkan gejala khas tetanus seperti rahang kaku, otot kejang-kejang, dan tubuh melengkung.



"Saat itu juga orang tua sang anak langsung menghubungi paramedis. Ia ditransportasikan via jalur udara ke unit pelayanan medis anak," tulis CDC dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Jumat (8/3/2019).

Di rumah sakit gejala sang anak semakin parah sampai kemudian mendapatkan perawatan darurat untuk tetanus. Ia mendapat suntikan antitoksin dan dosis pertama vaksin DTaP untuk tetanus.

Sang anak menjalani masa kritis harus dirawat 47 hari di intensive care unit (ICU) dan 10 hari selebihnya di unit rawat inap setelah stabil. Total biaya yang dihabiskan untuk perawatannya mencapai sekitar Rp 11 miliar.

Sayang meski sudah mengalami pengalaman langsung bahaya melewatkan vaksin, orang tua sang anak pada akhirnya dikabarkan tetap tidak ingin anaknya diimunisasi.

"Tapi meski sudah dijelaskan informasi manfaat dan risiko dari vaksinasi tetanus oleh dokter, orang tua sang anak tetap menolak dosis DTap yang kedua dan imunisasi yang direkomendasikan lainnya," lanjut CDC.

(fds/up)