Minggu, 10 Mar 2019 07:00 WIB

Sudah Jarang Terdengar, Narkoba Suntik Makin Ditinggalkan?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pengguna narkoba berisiko mengalami ketergantungan hingga bisa mengakibatkan kematian. (Foto: dok. detikHealth) Pengguna narkoba berisiko mengalami ketergantungan hingga bisa mengakibatkan kematian. (Foto: dok. detikHealth)
Jakarta - Pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan Andi Arief hingga finalis Indonesia Idol Eddo menunjukkan kesamaan. Mereka umumnya menggunakan sabu yang dihisap terlepas dari statusnya sebagai pengedar jenis narkoba. Hal ini sedikit berbeda dengan pengungkapan kasus narkoba sebelumnya yang lebih banyak digunakan dengan cara disuntik.

Menanggapi kasus ini, Menteri Kesehatan periode 2012-2014 Nafsiah Mboi menyatakan bahaya narkoba suntik dan hisap sebetulnya sama. Pengguna berisiko mengalami ketergantungan hingga bisa mengakibatkan kematian. Namun penggunaan narkoba hisap menekan risiko terkena penyakit infeksi yang menular lewat darah.

"Bukan tren ya, narkoba suntik meningkatkan risiko penularan penyakit lewat darah misal hepatitis dan raja singa. Pengguna narkoba mungkin tidak mau tertular penyakit ini makanya milih hisap. Namun terlepas dari suntik atau hisap, narkoba punya bahaya dan efek buruk yang sama," kata Nafsiah pada Sabtu (9/3/2019).



Pemilihan narkoba hisap justru harus diwaspadai terkait maraknya penggunaan rokok elektrik. Menurut Nafsiah, penggunaan cairan yang digunakan dalam rokok elektrik bisa dicampur dengan zat lain salah satunya narkoba. Akibatnya, konsumsi narkoba jadi tampak seperti menghisap rokok.

"Hati-hati menghadapi tren vape dan produk tembakau lain saat ini. Pengendalian dengan regulasi mulai pusat hingga daerah harus ada untuk menekan rokok, yang nantinya ikut menurunkan peredaran narkoba. Sebagai catatan, konsumsi narkoba biasanya diawali rokok," kata Nafsiah.





Simak Juga 'Hati-Hati, Ada Kue Narkoba Beredar di Jakarta!':

[Gambas:Video 20detik]


Sudah Jarang Terdengar, Narkoba Suntik Makin Ditinggalkan?
(Rosmha Widiyani/up)