Senin, 11 Mar 2019 19:20 WIB

Sering Sendawa? Kenali 7 Penyebabnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Sendawa bisa saja menandakan adanya yang tidak beres dari tubuhmu. Foto: Thinkstock Sendawa bisa saja menandakan adanya yang tidak beres dari tubuhmu. Foto: Thinkstock
Jakarta - Sendawa biasanya terjadi setelah makan atau minum terlalu cepat atau sambil mengobrol, sehingga lambung ikut terisi oleh udara yang masuk ke mulut.

Ini merupakan reaksi normal dan wajar terjadi pada siapapun. Biasanya, sendawa hanyalah sementara. Tetapi kalau kamu jadi sering sendawa padahal tidak habis makan, ini mungkin pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh kamu.

Dikutip dari WebMd, ada beberapa penyebab seringnya kamu bersendawa tanpa tidak disengaja.



1. Minuman bersoda

Soda, bir, dan semua minuman bergula lainnya dibuat dengan gas yang disebut karbon dioksida. Ini menambahkan udara ekstra ke dalam perut kamu lho, yang menemukan jalannya kembali dengan cara yang sama seperti masuk melalui mulut. kamu mungkin juga ingin menghindari minuman panas. Menghirupnya menyebabkan kamu menelan udara yang membuat bersendawa.

2. Makanan pedas atau asam tinggi

Bawang, tomat, dan buah sitrus mengandung banyak asam. Makanan pedas juga dapat menyebabkan sendawa yang membakar bagian belakang tenggorokan kamu. Untuk menghentikannya, kurangi makanan yang pedas dan mengandung asam yang tinggi.

3. Refluks asam lambung

Refluks asam lambung atau juga dikenal sebagai refluks gastroesofagus (GERD) adalah aliran balik asam lambung atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Lambung bertugas memecah makanan yang masuk agar dapat diserap tubuh. Jadi, asam memang sengaja dihasilkan oleh lambung.

Tetapi jika jumlah asam yang dihasilkan terlalu banyak, maka ini dapat menyebabkan masalah lambung, seperti refluks asam lambung. Jika sudah sangat sering mengalami refluks asam lambung, setidaknya lebih dari dua kali per minggu, maka refluks asam lambung sudah berkembang menjadi GERD.

GERD ditandai dengan sensasi panas terbakar di ulu hati, perut kembung dan perih mulas, serta sering sendawa. Makanan tertentu, obat-obatan, dan zat lainnya dapat memperparah GERD, termasuk kopi, soda, alkohol, serta saus tomat.

4. Tukak lambung

Terkadang bersendawa bisa menjadi tanda sakit mag. Luka terbuka di lapisan perut ini cukup umum. Infeksi dapat menyebabkan semuanya, jadi terlalu banyak NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) seperti ibuprofen. Jika kamu menderita mag, dapat bersendawa lebih banyak dan merasa kenyang atau kembung setelah makan makanan berlemak. Perut kamu juga bisa sakit setelah makan. Dengan pengobatan, tukak lambung sering hilang dalam waktu 2 bulan.



5. Mengonsumsi gula buatan

Gula alami dalam buah ini biasanya tidak menjadi masalah. Tetapi beberapa makanan dan minuman dimaniskan dengan sirup jagung fruktosa tinggi. Ini dapat membentuk banyak gas saat perut kamu mengonsumsinya. Kamu mungkin memperhatikan efek yang sama ketika kamu meminum jus buah.

6. Hernia hiatal

Hernia hiatal adalah kondisi di mana bagian atas lambung menonjol hingga ke bagian pembukaan diafragma. Diafragma adalah dinding otot yang memisahkan lambung dengan dada. Diafragma membantu agar asam tidak naik ke kerongkongan.

Ketika kamu memiliki hernia hiatal, asam lebih mudah naik. Gejala hernia hiatal meliputi rasa panas dalam perut, sakit di dada, dan sendawa terus tanpa henti.

Penyakit ini sering disebabkan oleh adanya tekanan yang intens di sekeliling otot perut, seperti batuk yang kencang, refleks muntah, ngeden selama buang air besar.

7. Infeksi H. pylori

Bakteri Heliobacter pylori atau disingkat H. pylori adalah penyebab utama dari tukak lambung. Bakteri ini hidup di lapisan lendir saluran pencernaan, sehingga menyebabkan peradangan dan luka iritas pada lambung dan usus halus.

Infeksi ini menyebabkan mual, perut terasa sakit dan perih, begah, berat badan turun drastis, kehilangan nafsu makan, sulit menelan, serta sering bersendawa. Infeksi H. pylori juga dapat menyebabkan gastritis dan kanker lambung.

Kasus infeksi yang ringan dapat didiagnosis lewat tes darah, napas atau tinja, dan ditangani lewat pemberian resep antibiotik untuk meredakan gejalanya.

(wdw/wdw)
News Feed