Sabtu, 16 Mar 2019 13:19 WIB

Berbagai Pertimbangan Sebelum Pasang Kaki Prostetik

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kaki prostetik atau kaki buatan. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Kaki prostetik atau kaki buatan. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Beberapa kondisi menyebabkan seseorang bisa kehilangan anggota tubuhnya, misal kaki. Kondisi-kondisi seperti penyakit pembuluh darah perifer, diabetes, trauma akibat kecelakaan, atau kanker bisa saja mengharuskan pasiennya diamputasi.

Salah satu cara untuk membuat pasien amputasi tetap aktif bergerak yaitu dengan kaki prostetik. Menurut Prof Dr dr Angela BM Tulaar, SpKFR(K), spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi mengatakan hampir semua jenis amputasi bisa menggunakan prostetik.

"Makanya prostesis itu akan disesuaikan, misalnya dia penyakit, yang kita harus perhatikan misalnya aliran darahnya ke arah situ, kemungkinan infeksi dan lain-lain. Itu semua harus diperhitungkan," jelasnya kepada detikHealth saat ditemui di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jumat (15/3/2019).


Namun Prof Angela menyebutkan, menggunakan prostetik juga bisa menyebabkan infeksi jika tidak selalu dibersihkan pada bagian puntungnya. Infeksi inilah yang nantinya justru membuat kondisi bekas amputasi menjadi lebih parah.

"Risikonya itu harus diperiksa, setiap hari dia harus periksa, jangan-jangan mulai ada lecet. Bisa saja ada luka, kalau misal ada gesekan dalam prostesis dan tidak cukup bantalannya misal," tuturnya.

Prof Angela menambahkan, semua orang yang menggunakan prostetik tidak perlu malu. Yang terpenting prostetik dapat membantu melakukan aktivitas sehari-hari sehingga tetap produktif.



(wdw/up)