Rabu, 20 Mar 2019 14:14 WIB

Menkes Singgung Perilaku Merokok di Usia Muda

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Nila F Moeloek (Foto: Ari Saputra) Menkes Nila F Moeloek (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Pada debat putaran ketiga Pilpres 2019 lalu, salah satu topik yang menjadi pembahasan adalah mengenai kesehatan. Para calon wakil presiden dari kedua pasangan telah mengemukakan visi dan misi mereka mengenai upaya pengendalian penyakit namun tidak disebutkan mengenai rokok untuk upaya preventif dari segi kesehatan.

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek mengatakan saat ini memang ada kecenderungan kaum muda untuk mulai merokok. Terlihat dari prevalensi merokok di usia 10-18 tahun dalam Riskesdas 2018 yang meningkat menjadi 9,1 persen dan terlihat sebagai bisnis sangat segar bagi pebisnis tembakau.

"Saya melihat ada dorongan anak muda kita untuk merokok. Anak muda umur sembilan tahun sudah merokok. Ini jadi adiksi, menurut saya, bahwa ini rokok ini untuk bisnis enak sekali. Pelanggannya dari anak kecil hingga orang tua puluhan tahun. Coba bayangkan kita punya langganan selama puluhan tahun, kira-kira dampaknya bagaimana," ujarnya saat dijumpai di Balai Kartini, Jl Jend Gatot Subtoto, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).



Menkes juga menyoroti mengenai perokok yang cenderung tidak menyadari akan bahaya kesehatan dari rokok. Padahal penyebab dari segala sumber penyakit dan penyumbang defisit terbesar BPJS Kesehatan adalah karena kebiasaan merokok.

"Kembali pada persoalan anak, inilah yang seharusnya ditekankan betul," tambahnya.

Memang sudah ada regulasi nasional mengenai persoalan rokok. Tapi pengimplementasiannya sulit karena tidak diindahkan. Oleh karenanya, Menkes berharap bukan hanya Kementerian Kesehatan yang selalu disoroti tetapi juga kementerian terkait lainnya.

"Antar kementerian juga diperlukan. Saya perlu parenting dalam hal ini, hingga saya kira KemenPPPA juga perlu ambil bagian dalam gerakan ini. Kemendikbud juga harusnya menolong kami, mengimbau gurugurunya agar tidak juga merokok, anak-anaknya diawasi dan diberi pengertian," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed