Rabu, 20 Mar 2019 15:36 WIB

WHO Asia Tenggara Sebut Puskesmas Jatinegara Bisa Jadi Contoh Dunia

Firdaus Anwar - detikHealth
Direktur Regional WHO Asia Tenggara mengunjungi puskesmas di Jakarta. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth) Direktur Regional WHO Asia Tenggara mengunjungi puskesmas di Jakarta. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)
Jakarta - Dalam kunjungannya ke Indonesia, Direktur Regional WHO Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh memuji layanan kesehatan yang ada di Puskesmas Jatinegara, Jakarta Timur. Menurut Dr Poonam fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas Jatinegara ini bisa jadi standar untuk negara-negara lain.

Satu hal yang jadi contoh adalah pemutaran video keselamatan ketika terjadi bencana seperti gempa atau kebakaran. Indonesia sebagai negara yang rentan bencana disebut sudah semestinya memiliki video keselamatan yang secara berkala diberikan kepada seluruh penghuni bangunan.



"Indonesia itu wilayah rentan bencana, punya banyak gempa bumi. Kadang ketika saya melihat berita gempa bumi di Indonesia, saya penasaran bagaimana orang-orang Indonesia bisa menanganinya," kata Dr Poonam ditemui di Puskesmas Jatinegara, (20/3/2019).

"Jadi dengan konteks itu video keselamatan sangat penting. Saya berterima kasih pada kepala puskesmas yang sudah memerhatikannya," lanjut Dr Poonam.

WHO Asia Tenggara Sebut Puskesmas Jatinegara Bisa Jadi Contoh DuniaFoto: Firdaus Anwar/detikHealth


Untuk fasilitas pelayanan sendiri Puskesmas Jatinegara dinilai sudah cukup lengkap. Mulai dari ketersediaan poli kesehatan jiwa, anak, tuberkulosis, HIV, ruang bersalin, menyusui, hingga area bermain untuk anak-anak.

Satu hal yang menurut Dr Poonam mungkin harus ditingkatkan dari puskesmas adalah advokasi ke masyarakat tentang hidup sehat dengan rajin olahraga dan menjaga makanan. Dalam kunjungannya terlihat banyak pasien datang dengan keluhan karena penyakit tidak menular seperti hipertensi.

"Saya rasa penyakit tidak menular adalah sesuatu yang harus diperhatikan, saya lihat tingkat hipertensi di sini tinggi. Selain itu penyakit infeksi saluran napas juga lumayan tinggi dan harus diperhatikan," ujarnya.

(fds/up)