Jumat, 22 Mar 2019 07:33 WIB

Radang Sendi Kronis Harus Berobat Rutin, Obatnya Ditanggung BPJS Nggak?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Penyakit autoimun yang menyerang sendi belum ditanggung BPJS Kesehatan. Foto: thinkstock Penyakit autoimun yang menyerang sendi belum ditanggung BPJS Kesehatan. Foto: thinkstock
Jakarta - Penyakit autoimun yang menyerang sendi, di antaranya Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA) harus menjalani pengobatan secara rutin karena penyakit ini menyerang sistem imun yang jika tidak mendapatkan perawatan akan berisiko komplikasi.

Kedua penyakit ini terkait secara genetik dan klinis. Kebanyakan pasien merasakan peradangan dan rasa sakit yang hebat hingga menyebabkan fungsi dan gangguan gerak tubuh jika tidak ditangani dengan serius.

Spesialis reumatologi , dr Rudy Hidayat, SpPD-KR mengatakan banyak pasien yang bosan berobat. Padahal, penyakit autoimun harus terus menerus mengonsumsi obat. Lalu, berapa ya kisaran harganya?


"Saat ini itu rangenya antara 12-18 juta (rupiah). Jenisnya suntik atau infus. Untuk BPJS belum tapi kita sedang berusaha untuk memasukkan ke BPJS," katanya saat dijumpai di daerah Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

dr Rudy mengatakan saat ini Perhimpunan Rheumatologi Indonesia (IRA) dilibatkan pada penyusunan Fornas (Formularium Nasional) jadi diharapkan kelak obat autoimun bisa masuk dalam daftar BPJS Kesehatan. Pemberian obatnya memang harus rutin, namun tergantung pada efektivitas obat tersebut.

"Seminggu sekali, sebulan sekali. Efektivitasnya sangat tergantung. Kalau AS memang biasanya harus pakai obat suntik, hampir tidak ada kalau obat minum. Kalau PsA masih bisa pakai obat minum," pungkasnya.




(kna/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya