Sabtu, 23 Mar 2019 13:01 WIB

Tiap Ngobrol Selalu Minta Diulang? Waspadai Gejala Tuli Ringan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Penurunan kemampuan dengar akibat ketulian bisanya berlangsung bertahap. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Penurunan kemampuan dengar akibat ketulian bisanya berlangsung bertahap. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Penurunan fungsi pendengaran dalam usia muda dan tua ternyata bisa dideteksi dengan mudah. Salah satunya kerap minta ulang omongan karena tidak mendengar dengan jelas. Deteksi lain adalah harus dipanggil dengan suara keras supaya dapat didengar.

"Jika tidak bisa mendengar suara yang tidak terlalu keras atau pelan dengan jelas, waspada ketulian. Kita menetapkan batasan ketulian di 40 desibel (dB) yang menjadi penanda masyarakat untuk segera memperoleh pertolongan. Kemampuan pendengaran normal manusia berada di kisaran 0-20 dB," kata Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PP Perhati-KL) Indonesia dr Soekirman Soekin Sp THT-KL (K), Jumat (22/3/2019).



Penurunan kemampuan dengar akibat ketulian bisanya berlangsung bertahap. Kerap minta ulang omongan atau tidak mendengar saat dipanggil adalah ketulian ringan dengan kemampuan dengar berada di 30-40 dB. Bila makin parah, ketulian masuk kategori sedang dengan kemampuan dengar di kisaran 40-60 dB. Kondisi ini ditandai ketidakmampuan mendengar suara yang sumbernya berada tepat di belakang tubuh.

Tanpa penanganan medis, ketulian masuk kategori berat dengan kemampuan dengar berada di 70-80 dB. Penderita ketulian berat hanya bisa menerka maksud omongan dengan membaca gerak bibir. Penderita harus dipanggil dengan suara keras supaya bisa mendengar dengan kelas. Selanjutnya ada kondisi tuli sangat berat yang hanya bisa mendengar suara lebih dari 90 dB. Menurut dr Soekirman, penderita ketulian berat seperti hidup sendirian di ruang hampa.

Ketulian memang bisa diakibatkan faktor bawaan (kongenital), namun bisa juga dipengaruhi gaya hidup. Salah satunya kerap menggunakan earphone dan headset yang mengeluarkan suara maksimal tanpa henti. Kebiasaan ini ditambah lingkungan yang cenderung makin bising meningkatkan risiko telinga merasa lelah. Dr Soekirman menyarankan jeda dan tidak menggunakan earphone dan headset dengan volume maksimal, serta skrining fungsi pendengaran apalagi bila merasa ada gangguan.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya