Selasa, 26 Mar 2019 08:00 WIB

Ini Akibatnya Bila Kerap Menunda Bangun Tidur

Ayunda Septiani - detikHealth
Ada kondisi kesehatan yang muncul saat sering terlambat bangun tidur. (Foto: iStock) Ada kondisi kesehatan yang muncul saat sering terlambat bangun tidur. (Foto: iStock)
Jakarta - Bangun tidur mungkin menjadi perjuangan tersendiri bagi beberapa orang. Umumnya, kita akan menunda bangun tidur barang beberapa menit, untuk mengumpulkan tenaga sebelum beranjak dari kasur. Oleh sebab itu, mungkin kita akan memencet tombol tunda pada alarm (snooze).

Namun ternyata, kondisi ini tidak selamanya baik. Dikutip dari Prevention, terlalu sering menunda bangun tidur dapat menyebabkan hal buruk yang mungkin tidak pernah muncul dalam pikiran kamu. Apa saja bahaya menunda bangun tidur?



1. Hormon bercampur aduk

Ketika kamu mulai terbangun, hormon melatonin secara alami mulai menurun. Kinerja tubuh digantikan dengan hormon kortisol, yang membuat kamu menjadi bersemangat. Selain itu, hormon serotonin, dopamin, dan adrenalin pun meningkat.

Saat sudah bangun, namun kamu tidak kunjung beranjak dari tempat tidur, tubuh akan sulit mengatur perubahan ini. Akibatnya, kamu akan merasa tidak sengar sepanjang hari.

2. Mengalami mabuk tidur

Kerap mengalami kebingungan setelah bangun tidur? Bisa jadi kamu megalami mabuk tidur. Kondisi ini terjadi ketika kamu mengalami masalah kognitif pada tubuh.

Beberapa faktor yang meyebabkan terjadinya hal tersebut, seperti kurangnya mengonsumsi makanan bergizi, tidur tidak nyenyak, dan kerap menunda waktu bangun tidur.

3. Tidak buang air besar

Ketika kamu tidur, sistem pencernaan pun melakukan relaksasi. Namun, saat terbangun, serangkaian kontraksi otot menyebabkan pemindahan makanan dari saluran pencernaan ke saluran pembuangan. Hal inilah yang membuat kamu cenderung memiliki kebiasaan buang air besar di pagi hari.

Jika sering menunda bangun pagi, sistem kerja pencernaan tersebut menjadi kacau, sehingga kamu cenderung tidak ingin buang air besar. Hal inilah yang membuat kamu berpotensi mengalami sembelit dan kembung.



4. Tidak lapar pada pagi hari

Saat kamu tertidur, hormon ghrelin, atau hormon yang mengatur nafsu makan, tidak diproduksi sebagaimana mestinya. Ketika bangun, hormon ini pun diproduksi kembali, sehingga wajar saat kamu merasa lapar di pagi hari.

Namun, saat kamu tidak kunjung bangun, inilah yang menyebabkan hormon ghrelin tidak terbentuk dengan baik, sehingga kamu tidak merasa lapar di pagi hari. Hal inilah yang membuat kamu kerap melewatkan sarapan pagi, dan ini berdampak pada aktivitas sehari-hari.

5. Menjadi tidak percaya diri

Bagi kamu yang memang memiliki pola bangun tidur bertahap, menambah waktu tidur selama tiga sampai lima menit mungkin akan sedikit membantu. Namun, jika kamu justru sudah terbangun, dan mencoba untuk tidur kembali, hal inilah yang menjadi bahaya.

Seseorang yang memiliki gangguan tidur, umumnya akan mendengkur dan mendengus saat tersentak bangun. Hal inilah yang menjadi penyebab munculnya ketidakpercayaan diri.

(up/up)
News Feed