Rabu, 27 Mar 2019 15:07 WIB

Ini Sebabnya Kesurupan Cenderung 'Menular' dan Menjadi Massal

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Para karyawan yang menunjukkan gejala histeria massal (Ferdi Almunanda/detikcom)
Jakarta - Ketika terjadi kesurupan di sekolah, biasanya tidak hanya satu orang yang mengalaminya. Dalam waktu singkat, kesurupan bisa terjadi pada beberapa orang dan massal seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di SMPN 1 Kota Mojokerto pada Selasa (26/3) lalu. Ada sekitar 20 siswa yang mengalami kesurupan.

Dalam ilmu psikiatri klasik, kesurupan atau Dissociative Trance Disorder (DTD) dipicu adanya tekanan mental atau sosial yang masuk ke bawah sadar dan gagal diatasi oleh individu yang terjadi karena adanya proses neuropsikologis yang melibatkan beberapa sirkuit di otak.

Ahli bedah saraf dari RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan menjelaskan kondisi kesurupan massal mulanya adalah kesurupan individual yang kemudian menjadi massal karena ada orang lain yang melihat jadi tersugesti.



"Kesurupan massal menular karena tersugesti, karena dia dapat perhatian, makanya ikutan dia. Nularnya itu dari diri sendiri ya, bukan dari luar. Itu di luar kehendaknya makanya disebut gangguan," tutur dr Ryu, sapaan akrabnya, kepada detikHealth, Rabu (27/3/2019).

DTD bisa terjadi pada satu atau beberapa orang secara bersamaan, saling memengaruhi dan tidak jarang menimbulkan kepanikan bagi sekitarnya.

"Kalau dalam satu kelompok remaja ada seorang yg mengalami kesurupan, yang lain terutama yang punya bakat atau risiko kesurupan, bisa langsung tertular'," terangnya.

dr Ryu menekankan, istilah tertular tidak berarti bahwa ada sesuatu yang pindah dari satu orang ke orang lain, tapi kecenderungan meniru. Kecenderungan meniru diistilahkan sebagi 'neuron cermin' sehingga kesurupan cenderunng bersifat massal.

(kna/up)