Kamis, 28 Mar 2019 08:45 WIB

Bokong Tepos Karena Kebanyakan Duduk, Mitos atau Fakta?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Duduk terus, lama-lama bokong jadi tepos? (Foto: Thinkstock) Duduk terus, lama-lama bokong jadi tepos? (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Bagi para pekerja kantoran, mahasiswa atau pun murid sekolah, duduk dalam jangka waktu yang lama sudah menjadi makanan sehari-hari. Ada banyak ungkapan yang menyertai kebiasaan tersebut, entah 'bokong menjadi tepos', 'pinggung melebar' dan sebagainya.

Biasanya setelah duduk terlalu lama, yang akan terasa adalah rasa pegal atau nyeri di pantat. Sebenarnya apa sih yang terjadi pada pantat kita saat itu? Dan benarkah bisa membuat 'bokong tepos'?

Menurut Niket Sonpal, MD, asisten profesor klinis di Tuoro College of Medicine New York, tak semudah itu kelamaan duduk bisa 'menipiskan pantat'. Otot sangatlah kompleks, dan meskipun memang benar gaya hidup sedenter bisa menyebabkan kita kehilangan kekencangan otot.

"Asalkan kita tetap rutin berolahraga di luar kantor, kamu tidak akan berhenti membangun otot di manapun, termasuk pantatmu. Bisakah duduk terlalu lama menimbulkan masalah kesehatan? Ya. Tapi apakah itu berarti kamu akan kehilangan segala yang sudah kamu dapat dari olahraga? Tidak seperti itu," kata Sonpal, dikutip dari situs Shape.



Dan Giordano, pendiri Bespoke Treatments Physical Therapy, mengatakan saat kita duduk terlalu lama, tidak ada aktivitas yang terjadi pada area bokong atau glutes. Glutes mempengaruhi pergerakan pinggul, rotasi dan stabilitas pelvis, sehingga apa yang tak baik bagi pantatmu juga akan berpengaruh yang sama pada seluruh tubuh.

Kemudian, jika kamu duduk dalam waktu yang lama khususnya dengan postur yang buruk bias membuat fleksor pinggul mengencang dan mencegah aktivasi glutes. Giordani menyebutkan saat hal ini terjadi, pelvis tidak bisa berotasi ke depan, menyebabkan tekanan pada area punggung bagian bawah yang akan menyebabkan nyeri atau low back pain.

"Jika pinggul atau glutes tidak bekerja secara benar, maka dapat menambah paksaan dampak hingga ke lutut dan pergelangan kaki. Jika bokong tidak mengangkat beban, maka tekanan dan tenaga akan berpindah ke titik-titik lemah ini," katanya, dikutip dari SELF.



Untuk mencegahnya, mulailah atur kursi dan postur seperti ini:

1. Naikkan kursi agak lebih tinggi dari lutut dan jaga telapak kaki datar di lantai.
2. Pastikan punggung bagian bawah memiliki penopang seperti punggung kursi yang tegak atau bantal.
3. Jaga bahu tetap rileks dan lurus, kepala di atas bahu.
4. Layar komputer sebaiknya sejajar dengan mata atau agak di bawah.
5. Siku sejajar dengan tinggi meja dan pastikan dekat dengan meja sehingga tak perlu menjangkau papan ketik.

Jika kamu merasa sudah memulainya namun tak bisa mempertahankannya di beberapa hari kemudian, cobalah merutinkan istirahat di sela-sela waktu dengan berjalan dan 'reset' tubuhmu. Rutinitas berolahraga juga bisa membantu mencegah, lho.

(frp/up)