Kamis, 28 Mar 2019 18:03 WIB

Steve Emmanuel Ngaku Salah Urat, Ini Kemungkinan Leher Terasa Sakit

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Pengakuan Steve Emmanuel nyeri leher. Foto: Steve Emmanuel/Ismail Pengakuan Steve Emmanuel nyeri leher. Foto: Steve Emmanuel/Ismail
Jakarta - Tersangkut kasus narkoba, Steve Emmanuel kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dipantau oleh detikcom, Steve Emmanuel terlihat menggunakan koyo di leher sebelah kirinya. Sesekali ia memegangi lehernya.

"Salah urat, ketarik pas lagi mandi," ucap Steve Emmanuel kepada wartawan.

Sebelumnya, Dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, dari Lamina Pain and Spine Center, Rumah Sakit Meilia Cibubur menjelaskan beberapa kemungkinan yang membuat leher diliputi rasa nyeri. Jadi Steve, coba dicek ke dokter ya kalau rasa sakitnya berlangsung lama.


1. Saraf kejepit

Saraf kejepit di area leher disebut sebagai Herniated Nucleus Polpusus (HNP). Kondisi ini terjadi ketika isi diskus (bantalan antar ruas tulang belakang) bocor sehingga menekan bagian saraf. Akibatnya, nyeri pun sering tak terhindarkan. Nyeri dan kebas bisa menjalar hingga ke tangan, namun tergantung dari disc berapa yang mengalami masalahnya.

"10 persen dari nyeri leher itu diakibatkan dari saraf kejepit, 90 persennya dari banyak macam-macam. Masalahnya 10 persen dari saraf kejepit itu butuh tindakan. Namanya saraf kejepit obatnya adalah melepas jepitan vukan dengan obat, akupuntur, atau pijet, sebenernya itu kurang tepat," jelas dr Mahdian.

2. Kebiasaan 'krek' kepala

Jangan berpikiran kalau kebiasaan ini sepele. Pada faktanya, ini bisa membuat leher diliputi sakit karena sendi leher rusak.

"Kalau laki-laki biasanya tuh di tukang cukur, bulan depan cukur gitu lagi, lama-lama dia seminggu sekali, lama-lama tiap hari gitu, kalau enggak begitu enggak enak, dia enggak merasa enak dan enteng kalau enggak digituin. Tapi itu sebenarnya merusak sendi leher karena ada cedera sehingga jadinya nyeri kronis di leher," kata dr Mahdian.


3. 'Salah bantal'

"Salah bantal itu sebenarnya yang nyeri itu memang otot lehernya karena posisi tidur yang salah. Kemungkinan kedua adalah sendinya yang cedera karena posisi tidurnya tidak sempurna," tambah dr Mahdian.

Contoh saat kita tertidur di sandaran yang kurang nyaman sehingga tanpa sadar terjadi strain atau tarikan pada ligamen atau otot di leher. Bila terjadinya baru atau ringan, maka tidak ada masalah yang akan terjadi. Tapi kalau terjadinya ekstrem maka leher bisa terasa kaku.

"Mungkin juga saat beraktivitas misalnya itu terlalu banyak main gadget atau ada deadline, dia ngetik kaku kan, emosinya lagi ngejer kemudian lehernya kaku tegang, matanya fokus ke satu titik kecil, besoknya kaku. Itulah yang orang awam bilang dengan salah bantal," tambah dr Mahdian.

4. Text Neck

Kata Dr Mahdian, dokter-dokter di Amerika Serikat kini sering menemukan fenomena di mana banyak sekali pasien yang mengeluhkan sakit di bagian leher. Rata-rata yang datang berada di usia muda, produktif, mengalami kaku atau nyeri leher, dan ada yang mengalami leher sering bunyi.

"Ternyata di sana dokter melakukan kajian-kajian dan menyebutkan ada penyakit yang mereka sebut dengan text neck," tutur dr Mahdian.

"Kita-kita kan kalau main gadget nunduk, berjam-jam, sambil di kendaraan umum, nunggu lift aja buka gadget, antri apa aja gadget. Generasi sekarang berisiko terjadi masalah di tulang belakang khususnya leher," tutupnya.

Tonton video 'Tak Enak Badan, Steve Emmanuel Pakai Koyok di Persidangan':

[Gambas:Video 20detik]

(ask/up)