Senin, 01 Apr 2019 17:48 WIB

Soal 'Iritasi Gadget', Dokter Ingatkan Jangan Lupa Berkedip

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Iritasi gadget karena terlalu sering main handphone (Foto: dok. Pribadi Muhammad Sukardi) Iritasi gadget karena terlalu sering main handphone (Foto: dok. Pribadi Muhammad Sukardi)
Jakarta - Muhammad Sukardi, atau yang biasa disapa Ardi (25) dua kali mengalami iritasi mata akibat terlalu lama menggunakan gadget. Dalam sehari, diperkirakan ia bisa berhadapan dengan layar gadget lebih dari 12 jam.

Gejala yang ia alami cukup beragam, mulai dari mata merah, perih, bengkak bagian bawah dan berair. Kepada detikHealth, dr Astrianda N Suryono, SpM(K) dokter spesialis mata di RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan pentingnya refleks kedip saat bermain gadget.

"Iritasinya itu bukan karena gadgetnya tapi karena dry eye. Jadi kalau dia terlalu konsentrasi di screen apapun lah ya yang ada luminasinya (cahaya biru -red), mata kita jadi refleks ngedipnya berkurang. Ada yang namanya refleks kedip, itu setiap orang dalam sekian detik itu akan berkedip matanya," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (1/4/2019).



Akan tetapi, lanjut dokter yang akrab disapa dr Tria ini, orang yang terlalu fokus menatap layar gadget biasanya refleks mengedipnya akan menurun. Oleh karena itu, mata akan menjadi kering, sementara fungsi dari berkedip adalah untuk mendistribusi air mata supaya melubrikasi seluruh permukaan bola mata.

Mata yang kering atau dry eye akan memnyebabkan pembuluh-pembuluh darah di permukaan bola mata juga menjadi lebih sensitif sehingga tampak merah seperti yang dialami oleh Ardi. Selain itu, air mata juga bisa tidak terdistribusi dengan baik. Secara komposisi air mata terdiri dari tiga lapisan yakni air, lipid (lemak) dan musin (protein) dan jika salah satunya terganggu maka air mata tidak akan efektif untuk melubrikasi.

"Saat mata kering, saraf-saraf akan mengirimkan sinyal kalau mata ini kering, jadi produksi air matanya banyak. Seolah-olah kayak kebanyakan, tapi sebenarnya hanya meleleh aja gitu, nggak terdistribusi dengan baik. Makanya matanya gitu (jadi berair)," lanjut dr Tria.

Karena bukan disebabkan oleh infeksi, bakteri, atau virus maka dry eye atau mata kering tidak menyebabkan belekan dan juga tidak menular.

(frp/up)
News Feed
CNN ID
×
Layar Demokrasi
Layar Demokrasi Selengkapnya