Selasa, 02 Apr 2019 18:32 WIB

Waspada, Ngos-ngosan Naik Tangga Bisa Jadi Indikasi Gagal Jantung

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ilustrasi menaiki tangga. Foto: Thinkstock Ilustrasi menaiki tangga. Foto: Thinkstock
Jakarta - Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak lagi memompa sekuat yang harusnya. Berdasarkan data tahun 2013 oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi gagal jantung di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter diperkirakan sekitar 229.696 jiwa atau 0.13 persen.

Jantung normalnya memompa sekitar 5 liter darah per menitnya atau 7.000 liter per hari. Ketika gagal jantung, angka ini menjadi jauh berkurang.

"Nah gejala gagal jantung yang pertama itu cepat capek, ada yang cepet capek nggak? Mungkin tadinya enam bulan lalu masih bisa naik tangga lima lantai sekarang dua lantai saja sudah ngos-ngosan, kalau ada yang merasa seperti itu perlu diperiksa lebih detil," saran Dr Dicky Armein Hanafy, SpJP (K) FIHA, di sela acara Press Conference Inovasi Alat Pacu Jantung Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung, di RS Columbia Asia, Pulo Mas.


Tanda lainnya ada ketika kamu terbangun karena tiba-tiba sesak. Selain itu, kamu juga mengalami keluhan seperti sesak saat terlentang sehingga membutuhkan sandaran bantal. Tanda lainnya bisa juga bengkak di kaki atau tungkai bawah.

"Dan berkurangnya selera makan karena begah, itu gejala-gejala yang harus kita perhatikan. Mungkin itu bisa menjadi tanda awal dari sebuah gagal jantung," tandasnya.

Adakah kamu mengeluh beberapa gejala yang disebutkan di atas? Jangan takut untuk memeriksakan ke dokter mengenai permasalahan yang menghampirimu ini agar pengobatannya dapat maksimal.

(ask/up)